Wamen PPPA Serukan Pemanfaatan Potensi Budaya dan Pangan Lokal di NTT
Minggu, 14 Jun 2026, 18:30 WIBJAKARTA - Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menilai Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan potensi besar pada berbagai sektor. Potensi tersebut mencakup kekayaan budaya, pangan lokal, serta sumber daya alam bernilai ekonomi berkelanjutan masyarakat.
Menurut dia, masyarakat NTT memiliki keragaman pangan yang tidak bergantung pada konsumsi beras semata. Beberapa daerah masih mempertahankan jagung bose dan sorgum sebagai makanan pokok yang bernilai gizi tinggi.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa budaya pangan Nusa Tenggara Timur sangat kaya dan beragam. Masyarakat tidak hanya mengonsumsi beras, tetapi juga jagung bose dan sorgum yang bernilai gizi tinggi," kata dia saat menghadiri peresmian pameran Weaving Wonders: The Spirit of NTT, Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6).
Ia menilai rempah-rempah dan bahan pangan lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan masa depan. Selain mendukung ketahanan pangan, komoditas tersebut juga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di daerah.
Selain sektor pangan, ia pun menyoroti pemanfaatan bambu yang dikelola kelompok perempuan sebagai produk bernilai tambah berkelanjutan. Bambu dinilai memiliki manfaat lingkungan karena mampu menyerap air dan dimanfaatkan hampir tanpa menghasilkan limbah.
Menurut dia, seluruh bagian bambu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bahan bangunan hingga produk ramah lingkungan. Daun bambu bahkan dapat diolah menjadi biochar yang memiliki manfaat bagi pengelolaan lingkungan dan pertanian.
"Bambu memiliki potensi besar karena dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan mendukung konsep pembangunan ramah lingkungan modern. Seluruh bagiannya bernilai ekonomi, mulai batang hingga daun yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat," ucap dia.
Ia menambahkan kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah diperlukan untuk memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal. Dukungan regulasi yang tepat dinilai dapat mendorong lahirnya produk unggulan berbasis potensi daerah berkelanjutan.
Ia berharap bahan baku lokal dari Nusa Tenggara Timur dapat menjadi bagian penting pembangunan masa depan nasional. Potensi tersebut mencakup sektor pangan, desain bangunan, serta produk ramah lingkungan yang memiliki daya saing.
Sementara itu, pelestari Arsitektur Nusantara, Yori Antar menilai para perempuan penenun memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga. Menurutnya, mereka juga berada di garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya daerah.
"Para ibu penenun merupakan tulang punggung ekonomi keluarga sekaligus penjaga warisan budaya yang sangat berharga. Karena itu, kita perlu memberikan apresiasi lebih besar terhadap kain tenun sebagai karya budaya bangsa," ujar dia. ils/I-1
- Budaya NTT
- Wamen PPPA Veronica Tan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
KAI Sumut Gelar Donor Darah-Cek Kesehatan Gratis di Sejumlah Stasiun
-
Lima Hal yang Patut Dicermati Saat F1 Kembali ke Zandvoort
-
KPU Sulut Wujudkan Lingkungan Kerja Aman dan Bebas Kekerasan Seksual
-
Rafflesia Arnoldii Mekar di Liku Sembilan Bengkulu Tengah, Tarik Perhatian Pengunjung
-
Kemkomdigi Tangani 4,1 Juta Konten Negatif hingga 15 April 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.