Wali Kota Bandung: Pasokan Air Bersih Aman Saat Kemarau

Selasa, 28 Jul 2026, 15:58 WIB

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi meski sejumlah wilayah Kota Bandung mulai terdampak musim kemarau.

Menurut Wali Kota Farhan, hingga akhir Juli 2026 belum terdapat kondisi darurat kekeringan karena distribusi air bersih melalui mobil tangki berjalan secara rutin dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

"Sampai sejauh ini memang ada wilayah yang mulai mengalami kekeringan, tetapi semuanya masih bisa diatasi dengan distribusi tangki air. Belum ada laporan kondisi darurat," ujar Wali Kota Farhan usai apel di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, wilayah yang paling berpotensi mengalami kekeringan berada di kawasan timur dan utara Kota Bandung, seperti Ujungberung, Cibiru, dan sekitarnya. Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pengiriman air bersih secara berkala.

"Hampir setiap hari minimal satu mobil tangki dikirim ke salah satu RW yang membutuhkan. Sampai sejauh ini kebutuhan masyarakat masih terpenuhi dengan baik," kata dia.

Wali Kota Farhan mengatakan bahwa distribusi air bersih tidak hanya mengandalkan mobil tangki milik Perumda Tirtawening (PDAM), tetapi juga mendapat dukungan dari TNI serta berbagai sumber penyedia air bersih. Untuk penyediaan sarana air bersih (SAB), Pemkot Bandung turut melibatkan berbagai pihak agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama musim kemarau berlangsung.

"Untuk distribusi tangki memang dari PDAM. Sedangkan penyediaan sarana air bersih dibantu juga oleh TNI dan berbagai sumber lainnya. Alhamdulillah kolaborasi ini berjalan baik," ujar dia.

Menurut Wali Kota Farhan, langkah tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan pemerintah agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh air bersih meskipun curah hujan mulai menurun.

Wali Kota Farhan mengakui sejumlah kawasan di Bandung Timur memiliki sumber mata air yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak sehingga pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan air bagi masyarakat. Meski demikian, hingga kini distribusi air bersih masih mampu mengantisipasi kebutuhan warga.

"Tahun lalu juga sempat terjadi kondisi serupa, tetapi semuanya bisa ditangani dengan distribusi tangki. Tahun ini pun kami terus mengantisipasi agar masyarakat tetap terlayani," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Farhan juga menyampaikan perkembangan proses pengisian jajaran direksi Perumda PDAM Tirtawening. Ia mengungkapkan, pemerintah telah mengusulkan nama calon kepada Kementerian Dalam Negeri dan kini tinggal menunggu persetujuan.

"Nama calon sudah kami kirim ke Kemendagri. Sekarang tinggal menunggu persetujuan. Untuk calon utama berasal dari kalangan profesional di luar PDAM, sementara calon lainnya juga berasal dari internal sesuai kebutuhan organisasi," ujar dia.

Wali Kota Farhan menyatakan seluruh proses pengangkatan direksi BUMD harus mengikuti ketentuan pemerintah pusat sehingga tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh kepala daerah. "BUMD harus mendapatkan persetujuan Kementerian Dalam Negeri. Jadi seluruh proses dilakukan sesuai aturan yang berlaku," kata dia.

RTH Biru

Selain membahas penanganan kekeringan, Wali Kota Farhan mengungkapkan Pemkot Bandung saat ini tengah memprioritaskan peningkatan Indeks Ruang Terbuka Hijau Biru (RTHB) sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan.

Menurut dia, indeks tersebut tidak hanya mengukur luas ruang terbuka hijau, tetapi juga memperhitungkan kualitas vegetasi, sumber air serta kebersihan udara.

"Sekarang yang kami kejar adalah indeks RTHB. Penilaiannya bukan hanya luas lahan hijau, tetapi juga vegetasi, sumber air, hingga kualitas udara," tutur dia.

Wali Kota Farhan mengakui kualitas udara Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah besar karena tingkat pencemaran udara termasuk yang tertinggi di Indonesia dan didominasi partikel dari kendaraan bermesin diesel.

"Kebersihan udara di Kota Bandung harus terus kita perbaiki. Ini menjadi salah satu prioritas pembangunan lingkungan ke depan," pungkas dia. ils/I-1

  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
  • Pasokan Air

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Serena dan Venus Williams Dapat Wildcard Ganda Putri US Open

Nottingham Forest Pecahkan Rekor Klub, Datangkan Liam Delap dari Chelsea

Tiga Pejabat Secret Service Dicopot Ditengah Penyelidikan Kebocoran Operasi Pemindahan Diam-dian Trump dari Air Force One

Maresca Minta Manchester City Bersabar dengan Bouaddi: Tak Perlu Terburu-buru

Pelawak Topan Ketoprak Humor Meninggal Dunia di Malang

Banjir Bandang Nepal Tewaskan 359 Orang, 1.400 Hilang dan Danau Terancam Jebol

Bertekad Wujudkan Industri Jasa Keuangan yang Dapat Memajukan Kesejahteraan Umum

Desa Didorong Jadi Pusat Ekonomi Baru, Bukan Sekadar Objek Pemerataan

Ridley Scott Konfirmasi Sekuel Alien: Covenant, Petualangan Michael Fassbender Berlanjut

Ahli Bedah Saraf London Berhasil Lakukan Operasi Pengangkatan Tumor Otak Pertama dengan Bantuan AI

Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM

Kondisi Terburuk Ekonomi Iran: Antara Sanksi Barat dan Ketahanan Nasional

Iran Balik Ancam Setop Seluruh Pasokan Energi di Kawasan Teluk

TNBTS: 170 Pendaki Gunung Semeru yang Dievakuasi Sudah Tiba di Ranupani dalam Kondisi Selamat

Transisi Ekonomi Hijau Mengubah Dunia Kerja, SDM Indonesia Tak Boleh Ketinggalan

Runtuhnya Gletser Himalaya Jadi Dalang Utama Banjir Bandang Nepal

Industri Pangan Tak Boleh Jalan di Tempat, Riset IPB Buka Peluang Besar

UMKM Sumatera Terdampak Bencana, Pemulihan Dikebut hingga 2028

Sapu Kawasan Wisata Himalaya, Banjir Nepal Telan Korban Hilang 900 Warga Asing

Perpres Kakao Segera Disiapkan, Pemerintah Kejar Kebangkitan Komoditas Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.