Energi Bersih Menjangkau Wilayah Terluar, PLN Tancap Gas Bangun PLTS di Rote Ndao
Minggu, 14 Jun 2026, 17:05 WIBKUPANG â Memperluas akses listrik bersih bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia merupakan langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ketersediaan listrik yang andal tidak hanya mendukung aktivitas rumah tangga, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal, pendidikan, layanan kesehatan, dan usaha produktif.
Pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya, mikrohidro, dan biomassa menjadi solusi yang relevan bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, upaya ini juga sejalan dengan target transisi energi dan pengurangan emisi karbon, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat setempat, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan secara nasional.
PT PLN (Persero) menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Nuse dan Pulau Landu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, guna memperluas akses listrik bersih bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) F. Eko Sulistyono di Kupang, Minggu (14/6), mengatakan pemasangan PLTS di daerah itu sebagai upaya memperluas akses energi bersih bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
âHadirnya listrik di wilayah 3T bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses energi," katanya.
Dia menjelaskan, tim sudah melakukan kelayakan lahan dan pemetaan potensi pelanggan yang dilakukan tim PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao di bawah koordinasi PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang.
"Ia menjelaskan kehadiran PLTS di Pulau Nuse dan Pulau Landu diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi maritim setempat,â tambah dia.
Menurut dia, listrik yang andal dapat mendorong peningkatan produktivitas usaha masyarakat, termasuk sektor kelautan yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama warga di wilayah tersebut.
Manager PLN ULP Rote Ndao Yohanes Fernandes Lay dalam keterangan yang diterima di Kupang, mengatakan tim lapangan harus menempuh perjalanan laut lebih dari 1,5 jam menggunakan perahu motor kecil untuk menjangkau lokasi survei di Desa Nuse, Dusun Nusamanuk, dan Dusun Lohaen.
Dari hasil verifikasi di lapangan, lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan infrastruktur PLTS dinyatakan siap untuk digunakan.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Kupang Nikolas Denias Adrian menegaskan kondisi geografis tidak menjadi hambatan bagi PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan hingga ke pulau-pulau terluar.
Kepala Desa Nuse Hesron Pasole menyampaikan apresiasi atas upaya PLN yang mulai menyiapkan pembangunan infrastruktur listrik di wilayah tersebut.
Ia mengatakan, masyarakat siap mendukung penyediaan lahan maupun kebutuhan lain yang diperlukan agar pembangunan PLTS dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga.
PLN berharap proyek PLTS di Pulau Nuse dan Pulau Landu dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan selatan Indonesia.
- PLTS
- Energi Bersih
- Daerah 3T
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PLN IP Produksi Energi Bersih Biomassa 1.101,59 GWh pada 2025
-
Pare, Si Pahit yang Punya Banyak Manfaat Kesehatan
-
Permudah Remitansi Pekerja Migran, Finnet Hadirkan Solusi Pembayaran Digital Terintegrasi
-
Bersitegang dengan Iran, AS Galang Kekuatan Militer di Timur Tengah
-
BRIN Kembangkan Material Inovatif untuk Ciptakan Hidrogen Bersih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.