BRIN Kembangkan Material Inovatif untuk Ciptakan Hidrogen Bersih

Minggu, 14 Jun 2026, 08:45 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄, sebagai material inovatif untuk meningkatkan produksi hidrogen dan oksigen bersih melalui proses pemisahan air (water splitting).

Peneliti Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim dalam keterangan di Jakarta, Minggu, menjelaskan hidrogen merupakan salah satu sumber energi bersih yang berperan penting dalam mendukung transisi menuju energi berkelanjutan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pengembangan hidrogen hijau. — Sumber: PLN

"Material NiFe-LDH telah banyak dikembangkan sebagai katalis berbasis logam transisi karena memiliki biaya produksi relatif rendah dan aktivitas elektrokimia yang baik," katanya.

Meski demikian, Yusuf menyebut keterbatasan konduktivitas masih menjadi tantangan dalam meningkatkan performa material tersebut pada reaksi evolusi hidrogen.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia dan tim mengembangkan komposit berbasis heterostruktur dengan mengombinasikan NiFe-LDH dan Ag₃PO₄ yang digunakan sebagai semikonduktor pendukung.

"Pendekatan ini diharapkan mampu memodulasi struktur elektronik serta memperkuat interaksi antarfasa pada komposit dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Raman Spectroscopy," ujarnya.

Dari sisi performa elektrokimia, Yusuf menyebut komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ memiliki nilai electrochemical surface area (ECSA) yang jauh lebih tinggi dibandingkan material penyusunnya. Pada pengujian Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe/AP memiliki overpotential terendah sebesar 156,6 mV, lebih rendah dibandingkan NiFe murni maupun Ag₃PO₄ tunggal.

Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa rekayasa heterostruktur NiFe-LDH/Ag₃PO₄ efektif dalam meningkatkan aktivitas elektrokatalitik untuk pemisahan air.

Temuan ini membuka peluang besar bagi komposit tersebut sebagai kandidat material untuk produksi hidrogen yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Peningkatan ECSA ini menunjukkan pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak situs aktif untuk reaksi," ucap Yusuf Mathiinul Hakim.

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄, sebagai material inovatif untuk meningkatkan produksi hidrogen dan oksigen bersih melalui proses pemisahan air (water splitting).

Peneliti Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim dalam keterangan di Jakarta, Minggu, menjelaskan hidrogen merupakan salah satu sumber energi bersih yang berperan penting dalam mendukung transisi menuju energi berkelanjutan.

"Material NiFe-LDH telah banyak dikembangkan sebagai katalis berbasis logam transisi karena memiliki biaya produksi relatif rendah dan aktivitas elektrokimia yang baik," katanya.

Meski demikian, Yusuf menyebut keterbatasan konduktivitas masih menjadi tantangan dalam meningkatkan performa material tersebut pada reaksi evolusi hidrogen.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia dan tim mengembangkan komposit berbasis heterostruktur dengan mengombinasikan NiFe-LDH dan Ag₃PO₄ yang digunakan sebagai semikonduktor pendukung.

"Pendekatan ini diharapkan mampu memodulasi struktur elektronik serta memperkuat interaksi antarfasa pada komposit dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Raman Spectroscopy," ujarnya.

Dari sisi performa elektrokimia, Yusuf menyebut komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ memiliki nilai electrochemical surface area (ECSA) yang jauh lebih tinggi dibandingkan material penyusunnya. Pada pengujian Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe/AP memiliki overpotential terendah sebesar 156,6 mV, lebih rendah dibandingkan NiFe murni maupun Ag₃PO₄ tunggal.

Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa rekayasa heterostruktur NiFe-LDH/Ag₃PO₄ efektif dalam meningkatkan aktivitas elektrokatalitik untuk pemisahan air.

Temuan ini membuka peluang besar bagi komposit tersebut sebagai kandidat material untuk produksi hidrogen yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Peningkatan ECSA ini menunjukkan pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak situs aktif untuk reaksi," ucap Yusuf Mathiinul Hakim.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.