Pemkab Serang Gandeng Swasta Percepat Penurunan Angka Stunting Lewat Edukasi Gizi Anak

Selasa, 28 Jul 2026, 14:10 WIB

Serang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, terus menggandeng sejumlah mitra dan pihak swasta untuk menekan angka stunting, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Serang, Selasa (28/7), mengatakan kolaborasi bersama berbagai pihak salah satunya dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang didukung oleh Kalbe Farma melalui produk Sakatonic merupakan langkah positif untuk menciptakan ruang edukasi kesehatan dan pemenuhan hak anak.

Ket. Foto: Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, foto bersama sejumlah anak dan orang tua pada kegiatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7). — Sumber: Antara

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu saya mohon dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat luas, untuk bersama-sama menghilangkan angka stunting di Kabupaten Serang," katanya usai memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Serang.

Ia menjelaskan edukasi gizi dan literasi kesehatan harus terus dilakukan secara masif mengingat banyaknya tantangan di lapangan, terutama maraknya peredaran makanan cepat saji (fast food) dan jajanan yang kurang sehat bagi anak-anak.

Menurut Bupati, peran orang tua sangat vital dalam memilih dan memilah asupan gizi yang tepat. Edukasi nutrisi menjadi kunci agar keluarga menyadari bahwa makanan sehat dan bergizi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tidak harus selalu mahal.

"Keluarga adalah madrasah pertama. Ayah dan ibu harus berkolaborasi mencari solusi, misalnya ketika anak enggan memakan makanan bergizi. Pembiasaan makan sehat harus dimulai dari rumah," ujarnya.

Terkait upaya penanganan stunting di wilayahnya, ia memaparkan bahwa Pemkab Serang telah melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Intervensi dimulai sejak masa kehamilan melalui pemberian makanan tambahan dan vitamin, hingga pemberian imunisasi setelah anak dilahirkan.

Namun ia menyayangkan masih adanya masyarakat yang enggan datang ke fasilitas kesehatan.

"Warga jangan malas. Ketika ada posyandu, imunisasi, dan edukasi kesehatan, warga harus ikut serta. Literasi ini sangat penting karena jika ibunya sehat dan kuat, Insya Allah anaknya juga sehat dan kuat, sehingga generasi emas 2045 bisa kita wujudkan," ucapnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.