Wakil Rektor ITB Terima Penghargaan Akademik dari Pemerintah Prancis
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 01:20 WIB | Oleh: AlfredKOTA BANDUNG - Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Andryanto Rikrik Kusmara menerima penghargaan akademik dari Pemerintah Prancis atas kontribusinya dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan penguatan kerja sama Indonesia-Prancis.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone mengatakan penghargaan tersebut merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi di bidang pendidikan karena dinilai berjasa dalam ilmu pengetahuan serta kebudayaan.
“Saya senang bahwa upacara ini dapat diselenggarakan di ITB, sebuah simbol keunggulan Indonesia sekaligus mitra lama Prancis. Melalui diri anda, Prancis memberikan penghormatan kepada seorang seniman, pendidik, dan pembangun,” ujar Penone di Bandung, Kamis.
Ia menilai kontribusi Rikrik tidak hanya terbatas pada lingkungan akademik, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan seni kontemporer Indonesia melalui berbagai aktivitas kuratorial dan pengembangan ruang dialog budaya.
Penone juga menyoroti peran Rikrik dalam memperkuat kolaborasi antara Kota Bandung dan Kota Saint-Étienne, Prancis, yang sama-sama tergabung dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, hubungan tersebut berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan di bidang desain, pendidikan, inovasi, dan kebudayaan.
Ia menjelaskan salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah berdirinya Material Library pertama di Indonesia di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Fasilitas itu menjadi ruang pembelajaran desain sekaligus pusat dokumentasi material alami dan inovatif dari Asia Tenggara.
Sementara itu, Rikrik Kusmara menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya.
Ia menegaskan penghargaan tersebut bukan hanya pengakuan atas perjalanan pribadinya, melainkan juga penghormatan terhadap hubungan panjang antara Indonesia dan Prancis.
“Hari ini merupakan momen yang sangat bermakna dalam perjalanan karier dan profesional saya. Dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, dan kehormatan yang mendalam, saya menerima tanda kehormatan ini dari Pemerintah Republik Prancis,” ujarnya.
Rikrik mengatakan kedekatannya dengan kebudayaan Prancis telah terjalin sejak masa muda melalui Centre Culturel Français (CCF) Bandung yang kini menjadi Institut Français d’Indonésie (IFI).
Pengalaman itu, kata dia, membentuk pandangannya bahwa seni dan kebudayaan bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga sarana penting untuk membangun pemahaman, dialog, dan kerja sama antarbangsa.
“Bahwa seni dan kebudayaan bukan sekadar pencarian estetika, melainkan cara penting bagi masyarakat memahami diri, berinteraksi dengan pihak lain, dan membayangkan masa depan,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!