Perampingan BUMN Jalan Terus, Danantara Jamin Tak Ada PHK
Kamis, 11 Jun 2026, 22:35 WIBJAKARTA â Perampingan badan usaha milik negara (BUMN) bertujuan meningkatkan efisiensi, fokus bisnis, dan kesehatan keuangan perusahaan negara.
Dengan mengurangi jumlah entitas yang tumpang tindih, pemerintah dapat menyederhanakan struktur organisasi, menekan biaya operasional, serta memperkuat tata kelola perusahaan.
Langkah ini juga diharapkan membuat BUMN lebih adaptif menghadapi persaingan pasar dan lebih efektif dalam menjalankan fungsi strategisnya.
Namun, keberhasilan perampingan sangat bergantung pada pelaksanaan yang transparan, perlindungan terhadap tenaga kerja, dan kemampuan memastikan layanan publik tetap berjalan optimal.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan dalam proses perampingan badan usaha milik negara (BUMN) yang tengah dijalankan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam keterangan di Jakarta, Kamis (11/6), menyampaikan seluruh pegawai akan tetap dipertahankan dan menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi seiring upaya penataan BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja korporasi.
Disampaikan dia pula, pihaknya saat ini sedang melakukan streamlining atau perampingan jumlah entitas BUMN dari 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200â300 perusahaan yang ditargetkan rampung pada 2026.
Menurut Dony, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar transformasi BUMN tidak merugikan para pekerja.
âPastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK,â ucapnya.
Ia menjelaskan perampingan dilakukan untuk mengatasi tingginya jumlah perusahaan yang tidak efisien dan mengalami kerugian. Dari total 1.077 perusahaan yang ada saat ini, sekitar 52 persen tercatat merugi dengan akumulasi kerugian mencapai Rp20 triliun.
Meski demikian, Danantara memilih mempertahankan seluruh tenaga kerja setelah melakukan perhitungan terhadap dampak finansial dari proses konsolidasi tersebut.
Menurut Dony, nilai penghematan yang dihasilkan dari proses konsolidasi jauh lebih besar dibandingkan biaya yang diperlukan untuk mempertahankan seluruh karyawan.
âKita hitung, kalau dari perusahaan-perusahaan yang kita streamlining ini, berapa sih biaya tenaga kerjanya setahun? Ternyata cuma Rp2â3 triliun,â ucapnya.
âJadi saya berpikir, kalau gitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun,â kata Dony lagi.
Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada pengurangan pegawai dalam proses restrukturisasi tersebut. Seluruh karyawan akan dialihkan ke perusahaan-perusahaan hasil penggabungan.
âSeluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi. Karena tadi pemikiran kita, kita tidak mau juga menzalimi karyawan. Karena itu kan bukan salah mereka,â ungkapnya.
Selain memastikan tidak ada PHK, Dony mengungkapkan program perampingan BUMN berpotensi menghasilkan penghematan langsung hingga Rp50 triliun per tahun.
Menurutnya, selama ini terdapat praktik transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan di bawahnya yang menimbulkan inefisiensi signifikan.
âSelama ini kita membiasakan layering transaction antara induk ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit, yang menyebabkan inefisiensi. Kurang lebih inefisiensinya itu Rp30 triliun,â kata Dony.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah penggabungan PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS) yang berada dalam satu rantai bisnis.
Melalui merger tersebut, Danantara berhasil memangkas berbagai biaya transaksi internal dan potensi kerugian akuntansi.
âContoh pertama, kita merger sekarang, kita sudah menghemat kurang lebih sekitar 600â700 juta dolar AS dari hasil merger ini,â ujarnya.
Praktik serupa juga ditemukan di lingkungan Telkom Group, di mana sejumlah proyek pembangunan jaringan serat optik harus melewati beberapa lapis perusahaan sebelum dieksekusi sehingga menimbulkan biaya tambahan.
Dony mengatakan, apabila seluruh proses streamlining berhasil diselesaikan dan jumlah perusahaan dipangkas menjadi sekitar 254 entitas, Danantara akan memperoleh penghematan langsung sekitar Rp50 triliun tanpa harus menunggu peningkatan profitabilitas perusahaan hasil konsolidasi.
âJadi kita punya Rp50 triliun kalau proses ini selesai kita laksanakan. Kita punya immediate saving tanpa kita harus melakukan improvement terhadap kualitas pengelolaan dan profitability daripada hasil penggabungan. Di depan mata kita ada Rp50 triliun,â pungkasnya.
- BUMN
- Danantara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Mobile T1 Handphone Keluaran Perusahaan Presiden AS, Ini Spesifikasi dan Harganya!
-
Antisipasi Kemarau Panjang El Nino, Petani Dilarang untuk Membakar Lahan
-
Gawat, Imbas Perang Timur Tengah, Harga Plastik di Baturaja Meledak Dua Kali Lipat
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Tindak Lanjuti PP Tunas, Pramono: Pemprov DKI Segera Buat Pergub Turunan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.