Pemain Basket Muda Tiongkok Dilarang Bertanding karena Memalsukan Usia dan Identitas

Kamis, 11 Jun 2026, 00:15 WIB

BEIJING, TIONGKOK – Seorang pemain basket muda tim nasional Tiongkok dijatuhi hukuman larangan bertanding selama tiga tahun setelah terbukti memalsukan usia serta menggunakan dua identitas berbeda dalam kompetisi.

Asosiasi Bola Basket Tiongkok (CBA) mengumumkan bahwa pemain muda bernama Li Yize melakukan pelanggaran serius terkait manipulasi data pribadi atlet.

Ket. Foto: Suasana kompetisi basket usia muda di Tiongkok. — Sumber: AFP

Kasus ini terungkap setelah media lokal pada April lalu menemukan kemiripan foto Li Yize dengan seorang pemain lain bernama Zhang Hanbo. Temuan tersebut kemudian mendorong CBA melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran identitas sang pemain.

“Hasil investigasi oleh pihak berwenang memastikan bahwa atlet Zhang Hanbo (lahir 19 Maret 2006) dan Li Yize (lahir 27 Maret 2008) adalah orang yang sama,” demikian pernyataan resmi CBA.

Berdasarkan laporan media setempat, Li menggunakan tanggal lahir yang lebih muda agar dapat memenuhi persyaratan mengikuti sebuah kompetisi nasional pada 2024.

Namun, pemain dengan wajah yang sama sebelumnya diketahui pernah terdaftar sebagai Zhang Hanbo dengan usia dua tahun lebih tua ketika tampil di kompetisi kelompok umur U-17 pada 2022.

Penyelidikan kemudian menemukan bahwa dua identitas tersebut sebenarnya merujuk pada satu orang yang sama.

Akibat pelanggaran tersebut, Li Yize bersama empat pihak lainnya dilarang mengikuti seluruh kegiatan yang berada di bawah naungan CBA hingga 9 Juni 2029.

Li juga diwajibkan memperbaiki data usia serta informasi pendaftaran resminya.

Tidak hanya sang pemain, tiga tim pembinaan usia muda dari Provinsi Hubei, wilayah tengah Tiongkok, turut mendapat sanksi. Ketiganya dilarang mengikuti kompetisi lokal selama tiga tahun.

Kasus ini kembali membuka perdebatan mengenai praktik manipulasi usia dalam olahraga kelompok umur, terutama cabang olahraga yang menggunakan batas usia sebagai aturan utama dalam menjaga persaingan yang adil.

Bagi CBA, keakuratan data atlet menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan basket yang sehat dan berintegritas.

Federasi tersebut menegaskan bahwa setiap pelanggaran terkait identitas pemain akan ditindak tegas demi menjaga kredibilitas kompetisi basket Tiongkok.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Bantuan Pemprov Kaltara Berbuah Hasil, Gubernur Hadiri Panen Perdana Telur Ayam Petelur.

Universitas Tadulako Susun Aturan Etika, Larangan Perilaku LGBT Masuk Regulasi Kampus

Dinsos: Karawang Jadi Daerah Tujuan Gelandangan, Pengemis, Pemulung, dan Pengamen dari Luar Daerah.

Universitas Tadulako Siapkan Regulasi Etika, Termasuk Larangan Perilaku LGBT.

Piala Presiden 2026 Libatkan 100 UMKM Lokal, Dorong Ekonomi di Bandung dan Surabaya

Spektakuler! Jazz Gunung Bromo 2026 Sulap Bromo Jadi Panggung Musik Kelas Dunia, Pariwisata Probolinggo Melesat

Sawah terdampak kekeringan di Banten

Heboh! Karawang Jadi Tujuan Gelandangan dan Pengemis dari Luar Daerah, Penghasilan Tembus Rp150 Ribu Sehari

Pemkab Bekasi Buka Pendaftaran Beasiswa Banpin 2026, Kuota 100 Mahasiswa dan Bantuan UKT Rp5 Juta

Keanu Reeves Akan Kembali sebagai John Wick Tiga Kali Lagi: Bagaimana Lionsgate Menghidupkannya Lagi setelah Mati di Chapter 4?

Russia Tarik Sistem Pertahanan Udara S-300/S-400 dari Pabrik Kapal Selam Nuklir, Severodvinsk Makin Rentan

Tayang Oktober, Guillermo del Toro Siapkan Pan's Labyrinth Versi 3D Tanpa AI: 'Kami Melindungi Warisan Seni'

Tiongkok Uji Terbang Prototipe Terbaru Jet Tempur Siluman Generasi Keenam

Mengenal "Ukraine Kill Zone", Zona Kematian yang Mengubah Wajah Peperangan Modern

Fenomena Bediding Selimuti Jawa Timur, Ini Lima Wilayah dengan Suhu Paling Dingin - Bromo Tembus 5 Derajat Celsius

Produksi rumput laut di Nunukan

Komunitas di Aceh Menghadirkan Ruang Inspirasi untuk Pelajar Disabilitas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.