Komunitas di Aceh Menghadirkan Ruang Inspirasi untuk Pelajar Disabilitas

Sabtu, 25 Jul 2026, 23:55 WIB

Banda Aceh - Komunitas Ruang Lingkup Aceh menghadirkan “Ruang Inspirasi” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 untuk pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh yang menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif, Sabtu.

"Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak agar terus memenuhi hak-hak anak, termasuk anak penyandang disabilitas," kata Founder Ruang Lingkup Hari Rizky Tullah.

Ket. Foto: Komunitas Ruang Lingkup Aceh menghadirkan “Ruang Inspirasi” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 untuk pelajar di sekolah luar biasa (SLB) Negeri Banda Aceh yang menghadirkan kegiatan edukatif dan kreatif, Sabtu (25/7/2026) — Sumber: Antara

Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif, seperti storytelling, penampilan bakat, pohon harapan, permainan interaktif, hingga senam bersama sebagai upaya memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas mengekspresikan potensi dan kreativitas mereka.

Dalam kesempatan ini, Hari juga mengharapkan kepada pemerintah untuk selalu memberikan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk terus berkreasi.

"Kita berharap pemerintah peduli terhadap anak, karena setiap anak mempunyai hak untuk berkreasi, bermain, dan bercita-cita untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SLB Negeri Banda Aceh Heramika Yulis menyambut baik kolaborasi Komunitas Ruang Lingkup yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar menyenangkan sekaligus menggali minat dan bakat peserta didik.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut dengan penyajian materi yang lebih inklusif, seperti penggunaan media visual saat sesi mendongeng agar lebih mudah dipahami oleh siswa tunarungu.

Selain itu, pemerintah dan masyarakat juga diharapkan dapat memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas, termasuk setelah mereka menyelesaikan pendidikan

“Anak-anak kita ini anak-anak istimewa. Tidak berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Kami harapkan pandangan pemerintah dan masyarakat lebih luas untuk anak-anak kita. Samakan mereka dengan anak-anak yang lain,” katanya.

Heramika juga berharap lulusan SLB nantinya dapat memperoleh kesempatan bekerja sesuai kemampuan yang mereka dimiliki, dan pemerintah harus memberikan ruang.

“Kalau bisa pemerintah juga menyediakan lapangan kerja setelah anak-anak kami ini lulus. Walaupun anak kami cuma jadi tukang sapu, tukang OB, istilahnya, boleh la diterima. Disamakan haknya,” demikian Heramika

  • disabilitas

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.