• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tayang Oktober, Guillermo ...

Tayang Oktober, Guillermo del Toro Siapkan Pan's Labyrinth Versi 3D Tanpa AI: 'Kami Melindungi Warisan Seni'

Minggu, 26 Jul 2026, 00:10 WIB

LOS ANGELES – Sutradara pemenang Oscar Guillermo del Toro menegaskan tidak akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam proses restorasi film fantasinya yang legendaris, Pan's Labyrinth. Menjelang perayaan 20 tahun film tersebut, del Toro memilih mengerjakan konversi ke format 3D secara manual demi menjaga keaslian karya.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri panel di San Diego Comic-Con. Di hadapan para penggemar, ia langsung menegaskan satu aturan yang tidak bisa ditawar.

Ket. Foto: Pan's Labyrinth akan kembali tayang di bioskop mulai 9 Oktober 2026 dalam versi 3D HDR dan 2D HDR, menjadi pertama kalinya film tersebut dipresentasikan dalam format 3D sejak dirilis pada 2006. — Sumber: Istimewa

"Sama sekali tidak ada AI," ujar del Toro, yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan sekadar soal teknologi, melainkan upaya melindungi nilai seni dan keahlian para pembuat film.

"Yang kita lindungi adalah keindahan dan kekuatan seni. Jika satu generasi berhenti mempelajari keahliannya karena digantikan AI, maka kita juga memutus warisan sejarah media itu sendiri," katanya.

Pan's Labyrinth akan kembali tayang di bioskop mulai 9 Oktober 2026 dalam versi 3D HDR dan 2D HDR, menjadi pertama kalinya film tersebut dipresentasikan dalam format 3D sejak dirilis pada 2006.

Del Toro mengungkapkan bahwa selama proses konversi ia dihadapkan pada dua pilihan: menyelesaikannya dengan cepat menggunakan teknologi otomatis, atau mengerjakannya secara teliti. Ia memilih opsi kedua.

"Saya memilih melakukannya dengan benar. Setiap elemen dikerjakan dengan tangan. Semua keputusan artistik dibuat oleh manusia," ujarnya.

Dari Variety, selain perilisan ulang film, del Toro juga mengungkap tengah menyiapkan sebuah film dokumenter yang mengulas proses pembuatan Pan's Labyrinth. Dokumenter itu akan menampilkan komentar dari sejumlah sineas dan aktor, termasuk Jacob Elordi, Cate Blanchett, dan Charlie Day.

Versi restorasi ini diawasi langsung oleh del Toro, sementara distribusinya di Amerika Serikat akan ditangani Cineverse dan Fathom. Penjualan tiket dijadwalkan dibuka pada 9 September.

Dirilis pada 2006, Pan's Labyrinth mengisahkan Ofelia, seorang gadis kecil yang melarikan diri ke dunia fantasi di tengah kerasnya Spanyol pada masa pemerintahan Jenderal Franco setelah Perang Saudara Spanyol. Di dunia tersebut, ia bertemu makhluk faun misterius dan menghadapi berbagai ujian yang memadukan dongeng dengan kenyataan yang kelam.

Film yang dibintangi Ivana Baquero, Doug Jones, Maribel Verdú, dan Sergi López itu meraih pendapatan sekitar USD 83 juta di box office global. Karya tersebut juga memperoleh enam nominasi Academy Awards dan memenangkan tiga Oscar, masing-masing untuk kategori Tata Rias Terbaik, Sinematografi Terbaik, serta Tata Artistik Terbaik.

Awal tahun ini, versi restorasi 4K Pan's Labyrinth lebih dulu diputar di Festival Film Cannes dan mendapat sambutan meriah. Saat pertama kali tayang di Cannes pada 2006, film tersebut mencatat sejarah dengan menerima standing ovation selama 22 menit, salah satu yang terpanjang dalam sejarah festival.

  • Guillermo del Toro

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.