Pembelajaran Bahasa Indonesia Sudah Ada di 61 Negara
Rabu, 10 Jun 2026, 23:55 WIBSemarang - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengemukakan, pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) saat ini sudah ada di 61 negara.
Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing melalui penyediaan pengajar BIPA, baik secara luring maupun daring.
"Saat ini sudah ada 61 negara yang memiliki program BIPA. Dengan lebih dari 770 lembaga BIPA, baik yang diselenggarakan oleh KBRI oleh perguruan tinggi ataupun oleh lembaga," katanya.
Hal tersebut disampaikannya saat Konferensi Internasional Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (Adobsi) 2026 bertemu "Transformasi Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pendidikan dan Teknologi: Perspektif Interdisipliner" di Kantor Balai Bahasa Jawa Tengah.
Ia mengatakan Badan Bahasa setiap tahun mengirimkan pengajar BIPA yang diseleksi secara ketat sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi pengajar.
"Artinya, betul-betul mengajar yang terpilihlah yang akan menjadi pengajar BIPA," katanya.
Tidak hanya pengajar, kata dia, modul ajar juga disiapkan Badan Bahasa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, yakni platform laman BIPA daring.
"Ini (modul ajar, red.) juga terus kita perbaiki, tetap perbaharui, kita lengkapi bagaimana standar, kualitas dan varian modul-modul ajar tersebut," katanya.
Menurut dia, Badan Bahasa bekerja sama dengan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) untuk meningkatkan BIPA, baik dengan perguruan tinggi di Indonesia maupun asing.
Ia mengatakan bahwa animo masyarakat dunia untuk belajar bahasa Indonesia semakin meningkat, salah satunya bukti adalah Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir sudah membuka program studi bahasa dan sastra Indonesia.
"Di tahun 2025 kemarin, di semester pertama saja ya, di kelas pertama itu lebih dari 300 orang mahasiswa yang mendaftar program bahasa Indonesia. Ini menanyakan bagaimana bahasa Indonesia sudah makin menjadi bahasa global," katanya.
Ke depan, kata dia, Badan Bahasa bersama APPBIPA akan terus berkolaborasi menambah negara sasaran BIPA sehingga bahasa Indonesia akan semakin mendunia.
"Kalau secara komulatif ya tentu kami harapkan setidaknya ada tiga atau empat negara (pelaksana BIPA) lagi tahun ini. Kami coba negara sasaran terbaru ya. Tentu dengan dukungan dari perguruan tinggi, juga mahasiswa asing yang belajar di Indonesia," katanya.
Selain itu, Hafidz menambahkan bahwa saat ini bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa resmi di sidang UNESCO dan menjadi bahasa resmi ke-57 di Vatican News, sebagai media keagamaan yang menjangkau seluruh umat Katolik di dunia.
"Artinya masyarakat dunia yang biasa melihat berbagai berita maupun ajakan dan imbauan dari Paus itu sudah mengenal, 'oh ternyata ada bahasa Indonesia'. Ini sebagai sebuah peluang yang tentu harus kita tingkatkan ke depan," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tolak Gantung Sepatu, King Kazu Masih Bermain di Liga Jepang Meski Sudah Berusia 58 Tahun
-
Pemimpin Dunia Janjikan Dorong Pembangunan saat AS Menghindari KTT PBB
-
Sobat Aksi Ramadan 2025: 53 Relawan Pertamina Group Ikut Gotong Royong Bersihkan Masjid di Kabupaten Sorong
-
16 Mahasiswa FH UI Terancam Sanksi DO Terkait Dugaan Pelecehan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.