- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pemimpin Dunia Janjikan Do...
Pemimpin Dunia Janjikan Dorong Pembangunan saat AS Menghindari KTT PBB
Selasa, 01 Jul 2025, 21:40 WIBSEVILLE - Sebuah pertemuan puncak yang diadakan sekali dalam satu dekade, pada Senin (30/6) dimulai di Seville dalam suhu yang sangat terik dengan para pemimpin global di bawah tekanan yang meningkat untuk mengurangi kemiskinan, membatasi perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan utama lainnya yang semakin terancam.
Sekertaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengatakan, acara tersebut bertujuan âuntuk memperbaiki dan menghidupkan kembaliâ sistem dunia di mana âkepercayaan sedang terkikis dan multilateralisme sedang tegangâ.
Itu adalah sindiran terhadap ketidakhadiran konferensi yang paling menonjol â Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang merupakan ekonomi terbesar di dunia, dan secara tradisional merupakan pemberi bantuan terbesar di dunia, tidak ambil bagian karena menolak mendukung rencana aksi pertemuan puncak yang disepakati tahun lalu.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengecam mitranya dari AS, dengan menyebut keputusan untuk memulai perang dagang di saat planet ini sedang berada di bawah tekanan seperti itu sebagai âpenyimpanganâ.
Serangkaian pengumuman pertama mencakup rencana penting untuk mengenakan pajak baru pada jet pribadi dan penerbangan kelas satu di Barbados, Kenya, Prancis, Spanyol, dan beberapa negara lain.
Guterres menyampaikan pada sesi pembukaan konferensi, saat para delegasi kepanasan di tengah gelombang panas yang menyengat di Spanyol, Komitmen Seville yang menjadi inti acara tersebut adalah âjanji globalâ untuk memperbaiki cara dunia mendukung negara-negara miskin.
Kesepakatan âhasilâ pra-KTT mencakup peningkatan tiga kali lipat kapasitas pinjaman multilateral, keringanan utang, dorongan untuk meningkatkan rasio pajak terhadap PDB menjadi setidaknya 15 persen, dan mengalihkan dana khusus International Monetary Fund (IMF) ke negara-negara yang paling membutuhkannya.
Macron menuntut Bank Dunia dan bank-bank pembangunan terkemuka lainnya untuk bersiap mengorbankan peringkat kredit terbaik mereka jika diperlukan demi mencapai target tersebut.
Bank-bank pembangunan multilateral âyang tujuannya adalah mempertahankan peringkat kredit (triple-A) mereka tanpa menggunakan instrumen jaminan, mereka salah,â kata Macron. âMereka perlu berbuat lebih banyak untuk menggunakan neraca mereka.â
Perombakan sistem
Dengan dua pertiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB kini tertinggal, lebih dari 4 triliun dolar AS pendanaan per tahun kini perlu dicarikan, kata Guterres, sementara arsitektur keuangan utama dunia perlu segera diperlengkapi kembali agar hal itu dapat terwujud.
Selain membantu negara-negara mengumpulkan lebih banyak pajak untuk dibelanjakan pada pembangunan, Guterres mengatakan reformasi bank pembangunan dunia perlu ditingkatkan sehingga mereka dapat meminjamkan lebih banyak dan menarik modal swasta.
Terkait dengan itu ada kebutuhan untuk mereformasi sistem pemeringkatan kredit dunia agar lebih adil terhadap negara-negara berkembang saat mereka berupaya berinvestasi dalam proyek-proyek yang akan meningkatkan peruntungan mereka.
âNegara-negara membutuhkan â dan layak mendapatkan â sistem yang menurunkan biaya pinjaman, memungkinkan restrukturisasi utang yang adil dan tepat waktu, serta mencegah krisis utang sejak awal,â kata Guterres, mengutip rencana untuk membuat satu registri utang demi transparansi, dan upaya untuk menurunkan biaya modal melalui pertukaran utang. SB/ST
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Kim Woo Bin dan Shin Min Ah Resmi Menikah Setelah 10 Tahun Berpacaran
-
Menhan AS: Operasi Militer ke Suriah Balas Serangan ISIS
-
Mengkhawatirkan! Ekspor Makanan Laut Vietnam Anjlok
-
Panda Liar Makin Terlindung di Tiongkok
-
Plt Bupati: Warga Bekasi Diingatkan Pakai Masker untuk Cegah Wabah Super Flu
-
PBB Sampaikan Belasungkawa bagi Korban Banjir di 4 Negara Asia
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.