Emisi Mau Turun 43%? KKP Ungkap Peran Penting Carbon Capture Storage di Laut

Rabu, 10 Jun 2026, 12:07 WIB

JAKARTA– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) sebagai solusi strategis menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut. 

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, menekankan Indonesia memiliki potensi besar baik dari sisi sumber emisi maupun kapasitas penyimpanan karbon. Di sisi lain, pemerintah juga telah menetapkan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030 yang tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).

Ket. Foto: Di sela sela acara sharing session penataan ruang laut sektor minyak dan gas bumi yang berlangsung di Bali, Senin, (8/6) — Sumber: istimewa

“Carbon capture storage menjadi solusi subsurface yang perlu didukung karena mampu mengurangi emisi karbon sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” ujar Kartika saat berbicara pada sharing session penataan ruang laut sektor minyak dan gas bumi yang berlangsung di Bali, Senin, (8/6). 

Lebih jauh Kartika juga menjelaskan, pengembangan CCS dapat menjadi peluang untuk mendukung investasi melalui inovasi teknologi sekaligus pencapaian target iklim nasional, namun keberhasilan implementasi CCS tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, melainkan pada kepastian tata ruang laut yang terpadu dan berkelanjutan.

“Pengembangan CCS perlu didukung dengan kepastian regulasi, koordinasi lintas sektor, dan tata kelola yang baik. Salah satunya Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) sebagai instrumen yang memberikan kepastian berusaha dan mencegah potensi konflik pemanfaatan ruang,” jelasnya.  

Senada dengan Dirjen Kartika, Direktur Pemanfaatan Ruang Kolom Perairan dan Dasar Laut DJPRL, Didit Eko Prasetiyo, menerangkan pengembangan carbon capture storage yang selaras dengan prinsip penataan ruang laut mulai dari perencanaan, pemanfaatan, pengendalian hingga pembinaan ruang laut akan semakin memperkuat transisi energi nasional dan ekonomi biru di Indonesia.   

Sebagai informasi, CCS merupakan teknologi untuk transisi energi rendah karbon yang menangkap emisi karbon dioksida (CO₂) dari sumber besar seperti pembangkit listrik atau pabrik, dan menyimpannya jauh di bawah tanah agar tidak lepas ke atmosfer. Tujuannya adalah mengurangi dampak pemanasan global dan melindungi ekosistem, termasuk laut yang saat ini sudah menyerap sekitar 25% emisi CO₂ dunia. 

“Kegiatan CCS sendiri merupakan bagian dari pengembangan lapangan gas Abadi yang dikelola oleh INPEX Masela sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah diterbitkan KKPRLnya,” ujar Didit.  

Sementara itu di kesempatan yang sama Chief Geophysicist INPEX Masela Anky Fatwa juga menjelaskan CCS penting bagi laut karena dapat mengurangi emisi karbon di atmosfir, mengurangi peningkatan suhu laut, dan keasaman laut serta melindungi ekosistem laut.  

“Proyek Abadi LNG berupaya mengurangi emisi CO₂ dengan cara menyuntikkannya ke dasar laut. Langkah ini sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai net-zero emisi karbon serta rencana INPEX menuju masyarakat rendah karbon,” ungkapnya.

Anky juga menyebutkan, sejak 2022-2025 pihaknya telah berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung guna mengevaluasi keamanan dan kelayakan pengembangan CSS.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di berbagai kesempatan terus menegaskan komitmen KKP untuk mewujudkan tata ruang laut yang terpadu, berjalan selaras dengan keberlanjutan ekosistem dan mendorong kesejahteraan masyarakat. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

56 Tim ikut Meramaikan Kompetisi Basket 3X3 Hut RI di Bandara Sultan Hasanuddin

Menyambut HUT RI dengan Kerja Bakti Membersihkan Rumah Ibadah

Karnaval Budaya untuk Memperingati HUT RI di Distrik Kurik

Memanfaatkan Mobil Water Canon untuk Menyalurkan Air Bersih untuk Warga yang Terdampak kekeringan

Program BIAS Dapat Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Persebaya Menang Tipis 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo

Daftar 13 Atlet Panjat Tebing yang Akan Tampil di Asia Youth Championship di China

Logistik Negara Digerakkan: Bulog Salurkan Beras & Migor untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Angin Kencang Merusak Sejumlah Rumah Warga di Sigi

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Telkom Perkuat Bisnis Enterprise, Siapkan Fondasi Digital Indonesia Hadapi Era AI

Gaia Music Festival 2026 Hadirkan RAN hingga Teddy Adhitya, Musik dan Alam Berpadu di Bandung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.