Buyback Himbara Disorot, Danantara Andalkan Kekuatan Fundamental

Rabu, 10 Jun 2026, 21:35 WIB

JAKARTA – Buyback saham merupakan strategi korporasi yang umumnya dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan sekaligus mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham.

Dengan membeli kembali saham yang beredar, perusahaan dapat mengurangi jumlah saham di pasar sehingga berpotensi meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS).

Ket. Foto: Wisma Danantara Indonesia. — Sumber: Istimewa.

Di sisi lain, aksi buyback juga sering dipandang sebagai sinyal bahwa manajemen menilai harga saham sedang berada di bawah nilai wajarnya.

Namun efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada kondisi fundamental perusahaan dan kemampuan menjaga kinerja bisnis dalam jangka panjang.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa langkah pembelian kembali atau buyback saham milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) didasari keyakinan terhadap kuatnya fundamental bank-bank Himbara, meskipun belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham di pasar.

“Karena harga sahamnya sudah rendah dan itu untung untuk kita ambil karena fundamentalnya bagus. Kan saya cerita kemarin, fundamentalnya bank-bank kita itu dalam posisi yang terbaik hari ini. Bisa dilihat kok, kan mereka bank terbuka,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (10/6).

Ia mengatakan buyback merupakan mekanisme yang lazim dilakukan oleh pemilik perusahaan ketika harga saham berada di bawah nilai fundamental yang sebenarnya.

“Sebetulnya kan buyback itu mekanisme normal yang dilakukan oleh pemilik perusahaan ketika harga sahamnya itu tidak sama dengan fundamentalnya,” kata Dony.

Menurut dia, banyak saham perusahaan nasional, terutama di sektor perbankan dan infrastruktur, saat ini memiliki kinerja dan prospek yang sangat baik. Namun, kondisi tersebut belum tercermin secara optimal dalam pergerakan harga saham.

“Kan sayang. Nah itu yang terjadi bahwa memang banyak saham-saham kita yang fundamentalnya sangat bagus. Coba lihat, saham-saham kita bagus, perbankan kita bagus, infrastruktur kita bagus sahamnya, performance-nya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menekankan kinerja bank-bank plat merah saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik dan dapat dilihat secara transparan melalui laporan keuangan masing-masing emiten.

“Bisa dilihat bukunya, mereka dalam posisi yang sangat luar biasa bagus. Jadi kalau sahamnya turun kan sayang, ya kita ambil aja,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan telah berkoordinasi dengan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen hingga Himbara untuk melakukan buyback atau membeli kembali saham-saham bank Himbara.

Menurut dia, hal itu merupakan salah satu hasil evaluasi dari situasi perbankan yang saat ini terjadi. Dia mengatakan sebetulnya kondisi perbankan saat ini perkembangannya sangat bagus.

"Mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/6).

Sementara itu, Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan bahwa secara fundamental, kinerja Himbara saat ini sedang dalam kondisi terbaik.

Sebagai gambaran, menurut dia, pertumbuhan kredit rata-rata di Himbara tumbuh di kisaran 20 persen. Kemudian juga dana pihak ketiga tumbuh di kisaran 20-30 persen.

"Kemudian juga likuiditas terjaga dengan sangat baik, LDR (loan to deposit ratio) ada di kisaran 88 persen sampai dengan 90 persen," katanya.

Atas hal itu, dia menyampaikan saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dan keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.