Wow! Mobil Listrik Ferrari Tuai Cibiran & Kritik Negatif Tapi Laris Manis di Tiongkok, Ini Sebabnya
Sabtu, 04 Jul 2026, 18:05 WIBJAKARTA - Mobil listrik pertama Ferrari memicu perdebatan di kalangan penggemar di berbagai belahan dunia, banyak yang mencibirnya, tetapi para pembeli kaya di Tiongkok tampaknya tidak terlalu mempermasalahkannya.
Terlepas dari perdebatan panjang di internet mengenai desain Luce yang dianggap tidak biasa serta absennya mesin konvensional, Ferrari tampaknya mendapat sambutan hangat di pasar terbesar keduanya, berdasarkan laporan penjualan terbaru.
Laman Carscoops, Senin (29/6) waktu setempat, melaporkan bahwa kuota 88 unit yang dialokasikan untuk pasar Tiongkok pada tahun ini disebut langsung habis terjual tak lama setelah Luce diluncurkan dengan harga 3,988 juta yuan, atau sekitar Rp10,5 miliar. Kabar tersebut menjadi sorotan karena bertolak belakang dengan beragam reaksi yang diterima mobil listrik ini di Eropa dan Amerika Utara.
Namun, kenyataannya mungkin tidak sesederhana itu. Berdasarkan laporan lanjutan dari Beijing Business Today, staf penjualan Ferrari di Beijing membantah klaim bahwa pemesanan telah dihentikan karena seluruh kuota sudah habis.
Sebaliknya, mereka menyatakan bahwa Luce masih dapat dipesan menjelang debutnya di Beijing yang berlangsung pada 3 hingga 5 Juli. Hal ini mengindikasikan bahwa Ferrari kemungkinan masih memiliki alokasi tambahan untuk pasar Tiongkok, atau laporan sebelumnya terlalu melebih-lebihkan bahwa kuota awal tersebut benar-benar telah habis.
Tiongkok merupakan pasar yang sangat penting bagi Luce. Laporan sebelumnya mengungkapkan bahwa penjualan Ferrari di negara tersebut turun dari sekitar 1.500 unit per tahun pada 2022 menjadi sekitar 900 unit pada 2025.
Sebagian penurunan tersebut disebabkan oleh tingginya pajak untuk mobil mewah bermesin pembakaran internal, serta sulitnya memperoleh pelat nomor bagi kendaraan bermesin bensin atau diesel di kota-kota besar.
Karena merupakan kendaraan listrik, Luce memberikan kemudahan dalam memperoleh pelat nomor dan juga dibebaskan dari pajak konsumsi sebesar 40 persen yang berlaku di Tiongkok.
Bahkan, dengan harga sekitar 586.600 dolar AS, Luce dijual sekitar 53.000 dolar AS (Rp953,7 juta) lebih murah di Tiongkok dibandingkan di Amerika Serikat.
Meski demikian, harganya tetap tergolong mahal jika dibandingkan dengan mobil listrik buatan Tiongkok yang lebih terjangkau, di mana beberapa di antaranya bahkan menawarkan performa yang lebih cepat dan tenaga yang lebih besar. Namun, Luce diposisikan sebagai grand tourer lima penumpang, bukan supercar murni.
Selain itu, Luce juga sangat mungkin menjadi model yang jauh lebih eksklusif. Ferrari tidak pernah mengungkap jumlah produksi sebuah model hingga mobil tersebut resmi dihentikan penjualannya pada akhir siklus hidupnya. Namun, para pengamat industri memperkirakan Ferrari akan memproduksi kurang dari 1.000 unit Luce setiap tahun, bahkan kemungkinan kurang dari 800 unit per tahun. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Penggantian Baterai Mobil Listrik, Simak Mekanisme dan Perkiraan Biayanya!
-
Gubernur Hidayat Arsani Salurkan 2.185 Ton Beras Bansos untuk Masyarakat Kurang Mampu di Babel
-
Pesawat Cessna Jatuh di Texas AS, Lima Orang Tewas
-
Balai TNGR Bangun Rest Shelter di Kawasan Gunung Rinjani
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.