Pemkot Mataram Kaji Pengolahan Sampah Pasar Menjadi Biogas untuk Kurangi Beban TPA

Senin, 08 Jun 2026, 16:15 WIB

Mataram - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengkaji sistem pengolahan sampah pasar menjadi biogas dengan mengubah limbah organik sisa sayur dan buah menjadi energi terbarukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Senin (8/6), mengatakan, proses itu secara bersamaan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

Ket. Foto: Ilustrasi: aktivitas pedagang di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2025. — Sumber: Antara

"Pengolahan sampah menjadi biogas juga dapat menekan emisi gas metana yang mencemari lingkungan sekitar," katanya.

Pengolahan sampah pasar menjadi biogas​​​​ bisa mencegah penumpukan sampah yang membusuk, mengurangi bau tak sedap, serta menekan risiko pencemaran air dan tanah di sekitar area pasar. Selain itu, gas metana yang dihasilkan dapat disalurkan sebagai bahan bakar kompor untuk memasak bagi pedagang atau warga sekitar, maupun sebagai pembangkit listrik.

"Karena itu, tahun ini peluang itu akan kami kaji, untuk dapat ditetapkan pada pasar tradisional di Kota Mataram," katanya.

Selain menyiapkan konsep penanganan sampah pasar menjadi biogas, katanya, alternatif lain yang dikaji untuk menangani sampah pasar yang rata-rata mencapai sekitar 5 ton per hari untuk kategori pasar besar adalah dengan menggunakan mesin insinerator.

Pasar-pasar besar seperti Pasar Kebon Roek, Sayang-Sayang, Pagesangan, dan Pasar Mandalika, bisa disiapkan satu unit mesin insinerator ramah lingkungan, sehingga sampah pasar bisa tertangani langsung di pasar tidak harus dibuang ke TPA.

"Untuk dua alternatif penanganan sampah pasar itu, saat ini sedang kami kaji. Jika memungkinkan dan fiskal daerah mencukupi, tahun 2027 bisa kami mulai laksanakan," katanya.

Untuk mesin insinerator, katanya, di satu pasar besar bisa disiapkan satu unit dengan harga sekitar Rp3,5 miliar berkapasitas 10 ton. Dengan demikian, kemungkinan satu mesin insinerator bisa digunakan untuk dua atau tiga pasar.

Diharapkan konsep tersebut bisa menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Kota Mataram, sekaligus mengurangi beban operasional untuk pembuangan sampah ke TPA.

Apalagi, dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Mataram yang cukup pesat, volume sampah di Mataram terus meningkat hingga mencapai 250 ton per hari.

"Karena itu, kami perlu inovasi-inovasi pengolahan sampah secara mandiri, guna mengurangi operasional pembuangan sampah ke TPA," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.