INKA Genjot Modernisasi Dua Pabrik, Madiun–Banyuwangi Disuntik PMN 2025
Senin, 08 Jun 2026, 17:15 WIBJAKARTA â Peningkatan kapasitas dan kapabilitas industri perkeretaapian nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian sektor transportasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.
Upaya ini mencakup pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan ekosistem manufaktur dan perawatan sarana perkeretaapian di dalam negeri.
Dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan kapabilitas teknologi yang semakin maju, industri perkeretaapian dapat mendukung kebutuhan infrastruktur transportasi yang terus meningkat.
Dalam jangka panjang, penguatan sektor ini tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik nasional, tetapi juga mendorong daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.
PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA memanfaatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2025 untuk memodernisasi fasilitas produksi di pabrik Madiun dan Banyuwangi guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri perkeretaapian nasional.
Direktur Utama PT INKA Eko Purwanto mengatakan PMN 2025 akan difokuskan untuk pengembangan fasilitas produksi, peningkatan kapasitas manufaktur bogie, pengembangan sistem propulsi, serta penyempurnaan fasilitas produksi dan pengujian di pabrik Banyuwangi.
"PMN 2025 ini kami akan membagi fokus produk yang untuk di Madiun itu akan kami fokuskan untuk kereta-kereta yang tidak berpenggerak," kata Eko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan pabrik Madiun akan difokuskan untuk memproduksi kereta tanpa penggerak, seperti kereta penumpang konvensional, gerbong barang, lokomotif, bogie, dan pengembangan sistem propulsi.
Melalui PMN, Eko menyebut perusahaan juga akan memperbarui dan memodernisasi berbagai fasilitas produksi di pabrik Madiun, termasuk surface treatment, mesin milling, mesin press, dan peralatan manufaktur lainnya.
Sementara itu, Eko menyampaikan pabrik Banyuwangi, yang saat ini sedang dibangun, akan menjadi pusat produksi kereta berpenggerak, seperti kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT), mass rapid transit (MRT), kereta cepat, dan kereta rel diesel elektrik (KRDE).
Menurut Eko, pabrik Banyuwangi yang memiliki luas 83,49 hektare, saat ini telah beroperasi secara terbatas dengan satu jalur produksi.
Eko menuturkan melalui PMN 2025, INKA akan melengkapi fasilitas pabrik tersebut, termasuk menambah jalur produksi kedua dan fasilitas pengujian sehingga dapat beroperasi secara optimal.
Selain penambahan kapasitas, perusahaan juga akan melakukan modernisasi teknologi produksi. Salah satunya melalui peningkatan fasilitas pengelasan dari sistem konvensional menjadi robotic welding untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas manufaktur.
"Dari mesin-mesin welding, contohnya yang sekarang masih konvensional, akan kami update menjadi mesin-mesin yang robotik," kata Eko.
Eko menyampaikan untuk mendukung program tersebut, PMN 2025 dialokasikan antara lain untuk fasilitas produksi dan pengembangan senilai Rp440 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk pengadaan mesin cutting, milling, press, robotic welding, fasilitas pengujian propulsi, warehouse, serta bangunan yang dibutuhkan untuk melengkapi fasilitas produksi.
Sementara itu, fasilitas pendukung seperti gedung pemeliharaan, transverser, dan digitalisasi operasi dialokasikan anggaran sebesar Rp33 miliar.
Hingga Mei 2026, Eko menyebut realisasi penggunaan PMN tercatat sekitar 13 persen dan diproyeksikan mencapai 35 persen pada Juni 2026.
INKA menargetkan proses pengadaan selesai pada triwulan III 2026, sedangkan penyelesaian proyek dilakukan secara bertahap hingga triwulan III 2027 karena sebagian peralatan yang dibeli bersifat khusus (customized) dan membutuhkan waktu produksi lebih panjang.
Menurut Eko, pengembangan fasilitas melalui PMN 2025 tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem industri perkeretaapian nasional serta meningkatkan kandungan lokal pada berbagai produk kereta yang diproduksi INKA.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Single Salary untuk Gaji ASN/PNS. Apa dan Bagaimana Sistimnya?
-
Cuaca Panas Ekstrem Landa Jateng, BMKG Beberkan Penyebab dan Waktu Puncaknya
-
Akhir dari Tiang Monorel Kuningan Setelah 2 Dekade, Warga Harap Estetika Kota Pulih Tanpa Tambah Macet
-
Rupiah Masih Tertekan, 10 April 2026
-
KAI: 35 Trainset INKA Siap Beroperasi Perkuat Layanan Libur Nataru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.