Sekolah Rakyat Makassar Latih Ratusan Siswa untuk Disiplin dan Mandiri

Kamis, 13 Agu 2026, 07:45 WIB

MAKASSAR - Tenaga pendidik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Makassar, Sulawesi Selatan, melatih disiplin dan penguatan karakter ratusan siswa sebagai bekal kemandirian di sekolah setempat yang berlokasi di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya,.

"Untuk pengembangan karakternya, kami selalu mengikutkan apel agar melatih kedisplinan. Begitu pun saat waktu istirahat, makan, ibadah dan waktu tidur, semua diatur," ujar Wakil Kepala SRT 3 Makassar Tiyah Wasma Terru di Makassar, Rabu.

Ket. Foto: Dua pelajar melintas di depan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Jalan Pajjaiang, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan. — Sumber: Antara foto

Ia menyebutkan total seluruh siswa di sekolah tersebut sebanyak 415 orang, terdiri dari tiga jenjang pendidikan yakni SD, SMP serta SMA pada kelas X dan XI. Seluruh siswa menempati kamar asrama masing-masing, dipisah sesuai jenis kelamin

Selain itu para siswa diajarkan tata krama, etika, dan menjaga perilaku selama di sekolah dengan tujuan mereka memiliki integritas dan nilai kejujuran setelah lulus.

Selama diasramakan, kata Tiyah, siswa diberikan waktu bertemu dengan keluarga melalui kunjungan sekali sepekan, agar para siswa tidak tergantung dengan orang tua dan menjadi tugas wali murid membina mereka.

"Siswa dibiasakan bersosialisasi dengan teman-temannya untuk saling mengenal dan beradaptasi. Mereka didampingi wali asuh selama di asrama dalam melaksanakan aktivitasnya," kata Tiyah.

Tenaga pendidik dan tenaga teknis, lanjut dia, berasal dari tenaga profesional keguruan serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kementerian Sosial (Kemensos) yang diperbantukan.

Sementara untuk siswanya, perekrutan dari sistem penjangkauan aktif berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, miskin ekstrem atau rentan .

"Siswanya pasti dari masyarakat kurang mampu. Tapi, masih mayoritas dari Kota Makassar, sesuai data Desil 1 dan Desil 2. Tenaga pendidik sarjana pendidikan dan sebagian dari PPPK Kemensos," ucapnya.

Tahun ini SRT di Makassar telah memasuki tahun kedua dengan jumlah siswa lebih dari 400 orang. Satuan pendidikan formal dengan metode asrama gratis digagas pemerintah untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera dan miskin ekstrem.

Program pemerintah pusat ini menanggung biaya sekolah 100 persen, menyediakan asrama dilengkapi kamar tidur, makan tiga kali sehari, disediakan pakaian seragam, buku beserta layanan kesehatan.

Selain itu dilengkapi laboratorium komputer, perpustakaan, dan fasilitas olahraga. Untuk tenaga guru dari ASN, PPPK, serta lulusan PPG terpilih dengan kurikulum nasional dengan ijazahnya setara sekolah reguler.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.