Aljazair Menatap Piala Dunia 2026: Generasi Baru Rubah Gurun Berambisi Kembali Mengguncang Dunia

Senin, 08 Jun 2026, 07:15 WIB

Setelah absen dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, tim nasional Aljazair memasuki siklus menuju Piala Dunia 2026 dengan tekad besar untuk kembali tampil di panggung sepak bola tertinggi. Negara Afrika Utara yang dikenal dengan julukan Les Fennecs (Rubah Gurun) itu tengah menjalani proses regenerasi yang menjanjikan, memadukan pemain berpengalaman dengan talenta muda yang berkembang di berbagai liga Eropa.

Aljazair memiliki sejarah yang cukup berwarna di Piala Dunia. Mereka mencuri perhatian pada edisi 1982, ketika mengalahkan Jerman Barat dalam salah satu kejutan terbesar sejarah turnamen. Pencapaian terbaik mereka datang pada Piala Dunia 2014 di Brasil, saat berhasil menembus babak 16 besar sebelum disingkirkan juara dunia akhirnya, Jerman.

Ket. Foto: Timnas Aljazair. — Sumber: AFP

Kini, Aljazair kembali berusaha membangun kekuatan baru. Di bawah arahan pelatih Vladimir Petković, skuad Hijau-Putih berupaya mengembalikan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika. Petković, yang pernah membawa Swiss tampil kompetitif di berbagai turnamen besar, dipercaya untuk memimpin proyek kebangkitan Aljazair menuju Amerika Utara 2026.

Meski usia sejumlah pemain senior mulai bertambah, Aljazair masih memiliki figur penting yang mampu menjadi pembeda. Kapten tim Riyad Mahrez tetap menjadi simbol sekaligus sumber kreativitas utama. Pengalaman mantan bintang Manchester City itu dinilai sangat penting dalam membimbing generasi baru yang mulai bermunculan.

Di lini serang, Aljazair memiliki sejumlah pemain yang tampil konsisten di kompetisi Eropa. Sementara sektor tengah dihuni gelandang-gelandang enerjik yang mampu menjaga keseimbangan permainan. Kombinasi tersebut membuat Aljazair diyakini memiliki peluang besar untuk mengamankan tiket menuju putaran final.

Petković menegaskan bahwa target utama timnya adalah mengembalikan Aljazair ke jajaran elite Afrika.

“Kami memiliki kualitas, pengalaman, dan pemain-pemain muda yang lapar akan prestasi. Tugas kami adalah membangun tim yang solid dan kompetitif untuk menghadapi tantangan menuju Piala Dunia,” ujar Petković.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga konsistensi dan disiplin kolektif sepanjang kualifikasi.

“Kami harus menunjukkan identitas permainan yang jelas. Ketika seluruh pemain bekerja sebagai satu tim, Aljazair mampu bersaing dengan siapa pun.”

Keunggulan terbesar Aljazair terletak pada kualitas teknis pemain-pemainnya. Banyak anggota skuad berkembang di akademi sepak bola Prancis sebelum memilih membela negara leluhur mereka. Faktor tersebut membuat Aljazair memiliki karakter permainan yang menggabungkan teknik Eropa dengan semangat khas sepak bola Afrika.

Lini tengah yang dipimpin Ismaël Bennacer menjadi pusat permainan tim. Kemampuannya mengatur tempo dan distribusi bola memberikan fondasi penting bagi serangan. Di sisi lain, kecepatan Mohamed Amoura serta kreativitas Mahrez menjadi senjata utama dalam membongkar pertahanan lawan.

Persaingan di zona Afrika tetap menjadi salah satu yang paling ketat di dunia. Negara-negara seperti Maroko, Mesir, Nigeria, dan Senegal memiliki kualitas yang tidak kalah kuat.

Karena itu, konsistensi sepanjang kualifikasi menjadi kunci utama. Jika mampu mempertahankan performa dan memaksimalkan potensi generasi baru yang terus berkembang, Aljazair berpeluang besar kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014.

Bagi Rubah Gurun, Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang lolos ke putaran final. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa Aljazair masih layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika dan mampu kembali menciptakan kejutan di panggung dunia.

Daftar Pemain timnas Aljazair Piala Dunia 2026

Kiper

Anthony Mandrea (Caen)

Alexandre Oukidja (Metz)

Alexis Guendouz (Persepolis)

Bek

Aïssa Mandi (Lille)

Ramy Bensebaini (Borussia Dortmund)

Mohamed Amine Tougaï (Espérance de Tunis)

Kevin Guitoun (Metz)

Youcef Atal (Al-Sadd)

Jaouen Hadjam (Young Boys)

Ahmed Touba (Panserraikos)

Rayan Aït-Nouri (Manchester City)

Gelandang

Ismaël Bennacer (Olympique Marseille)

Hicham Boudaoui (Nice)

Adem Zorgane (Charleroi)

Ramiz Zerrouki (Feyenoord)

Farès Chaïbi (Eintracht Frankfurt)

Yacine Titraoui (Charleroi)

Penyerang

Riyad Mahrez (Al-Ahli)

Amine Gouiri (Olympique Marseille)

Mohamed Amoura (Wolfsburg)

Baghdad Bounedjah (Al-Shamal)

Saïd Benrahma (Neom SC)

Anis Hadj Moussa (Feyenoord)

Ibrahim Maza (Bayer Leverkusen)

Yassine Benzia (Qarabag)

  • Aljazair
  • Piala Dunia 2026
  • Profil Tim Peserta Piala Dunia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.