Belanda Mengukur Kekuatan Lawan Aljazair
Rabu, 03 Jun 2026, 06:40 WIBROTTERDAM â Tidak banyak waktu tersisa sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Karena itulah, ketika Belanda menjamu Aljazair di Stadion De Kuip, Rotterdam, Kamis (4/6) dini hari WIB, pertandingan ini akan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar laga persahabatan biasa.
Bagi kedua tim, laga tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk mengukur kesiapan sebelum terbang ke Amerika Utara. Belanda ingin memastikan status sebagai salah satu penantang serius gelar juara dunia, sementara Aljazair berupaya membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di putaran final.
Dalam beberapa tahun terakhir, Belanda terus berada di ambang pencapaian besar tanpa benar-benar mampu meraihnya. Oranje (julukan timnas Belanda) mencapai semifinal Piala Eropa 2024, tetapi gagal melangkah lebih jauh. Sebelumnya mereka juga harus puas terhenti di perempat final Piala Dunia 2022 dan UEFA Nations League 2024-25.
Kondisi itu membuat perjalanan menuju Piala Dunia kali ini terasa berbeda. Generasi yang dipimpin Virgil van Dijk memasuki turnamen dengan kombinasi pengalaman dan kedalaman skuad yang dianggap lebih matang dibanding beberapa edisi sebelumnya. Namun, seperti yang sering terjadi pada Belanda, kualitas individu harus mampu diterjemahkan menjadi konsistensi saat tekanan meningkat.
Pelatih Ronald Koeman memahami tantangan tersebut. Karena itu, dua laga pemanasan melawan Aljazair dan Uzbekistan diperlakukan layaknya simulasi turnamen sesungguhnya. Belanda akan memulai perjuangan mereka di Grup F dengan menghadapi Jepang sebelum bertemu Swedia dan Tunisia.
âSetiap pertandingan menjelang Piala Dunia sangat penting. Kami ingin melihat para pemain berada pada level terbaik mereka dan menunjukkan bahwa kami siap sejak pertandingan pertama. Aljazair adalah lawan yang tepat untuk menguji kesiapan kami,â ujar Koeman.
Ucapan Koeman mencerminkan pendekatan yang realistis. Belanda memang belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir dan tampil solid sepanjang kualifikasi dengan finis di atas Polandia. Akan tetapi, catatan positif tersebut belum cukup untuk menghapus keraguan yang selalu mengikuti mereka dalam turnamen besar.
Keunggulan Belanda kali ini terletak pada pengalaman bermain di kandang sendiri. De Kuip telah lama menjadi benteng yang sulit ditembus lawan. Atmosfer stadion yang dikenal intimidatif sering kali menjadi faktor tambahan yang mengangkat performa Oranje.
Namun Aljazair datang bukan untuk sekadar menjadi lawan latihan. The Fennec Foxes (julukan timnas Aljazair) tiba di Rotterdam dengan kepercayaan diri tinggi setelah memastikan tiket ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014. Mereka menjuarai Grup G kualifikasi Afrika dengan hanya sekali kalah dalam 10 pertandingan dan mengamankan kelolosan bahkan sebelum laga terakhir dimainkan.
Meski perjalanan mereka di Piala Afrika berakhir di babak perempat final, perkembangan yang ditunjukkan sejak kedatangan Vladimir Petkovic memberikan rasa optimistis baru. Aljazair kini tampil lebih disiplin dan terorganisasi, terutama dalam fase bertahan.
Statistik menunjukkan perubahan tersebut. Dalam tujuh pertandingan terakhir, Aljazair mencatat lima clean sheet. Setelah membantai Guatemala 7-0, mereka bahkan mampu menahan Uruguay tanpa gol pada laga persahabatan berikutnya.
âKami menghormati Belanda karena mereka salah satu tim terbaik di Eropa. Namun kami datang bukan hanya untuk bertahan. Pertandingan seperti ini membantu kami memahami level yang harus kami capai di Piala Dunia,â ujar Petkovic.
Pernyataan itu menunjukkan ambisi Aljazair untuk tampil kompetitif di Grup J yang dihuni Argentina, Austria, dan Yordania. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Berpotensi "Technical Rebound", 11 Mei 2026
-
Sulawesi Barat Percepat Pembenahan Sistem Pengelolaan Sampah di Enam Kabupaten
-
Film “Dilan ITB 1997” Angkat Kisah Baru Dilan dan Ancika
-
Cirebon Energi Prasarana Perkuat Keselamatan Operasional Pembangkit Lewat Implementasi IBM Maximo
-
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK
-
WHO: Semua Penumpang MV Hondius Masuk Status Kontak Risiko Tinggi
-
Daftar Sementara Skuad Argentina: Messi Dipanggil, Dybala Dicoret
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.