- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ahli Matematika Dunia Seru...
Ahli Matematika Dunia Serukan Perlawanan terhadap Hype AI, Sebut Klaim Berlebihan Bisa Menyesatkan
Rabu, 03 Jun 2026, 06:30 WIBPARIS - Puluhan ahli matematika pada Selasa (2/6) menandatangani sebuah deklarasi yang menyerukan agar disiplin ilmu matematika tidak ikut mendorong promosi berlebihan terhadap pengembang kecerdasan buatan (AI).
âDeklarasi Leidenâ tersebut didukung lebih dari 150 profesor dari berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat. Mereka memperingatkan pemerintah agar tidak mudah âpercaya pada hypeâ mengenai kemampuan matematika dari sistem AI.
Langkah ini muncul setelah perusahaan-perusahaan AI mengklaim peningkatan kemampuan signifikan, termasuk performa dalam kompetisi internasional tingkat tinggi serta dugaan kemampuan menyelesaikan persoalan terbuka yang kompleks dalam bidang matematika.
Wakil Presiden International Mathematical Union (IMU), Ulrike Tillmann, dalam pernyataan dukungannya mengatakan bahwa AI âmembuka peluang baru yang menarik, tetapi juga memunculkan pertanyaan yang tidak boleh diabaikanâ.
Ia menegaskan bahwa âmasa depan penelitian matematika harus dipandu oleh penilaian manusia, praktik yang adil dan transparan, serta nilai-nilai bersama komunitas matematika globalâ.
Dalam deklarasi tersebut juga disebutkan bahwa pengembang AI memiliki âinsentif komersial yang kuat untuk melebih-lebihkan kemampuan produk merekaâ.
Peluncuran klaim AI yang mengikuti âtimeline pasarâ alih-alih proses ilmiah yang ditinjau sejawat dinilai dapat âmenyesatkan dengan menggunakan tugas matematika tertentu sebagai metrik kemampuan penalaran umum model komersialâ.
Dengan ratusan miliar dolar investasi yang diperebutkan, perusahaan-perusahaan teknologi disebut berlomba-lomba menampilkan AI sebagai teknologi yang sangat canggih.
Profesor Universitas Columbia, Michael Harris, salah satu penulis deklarasi, mengatakan bahwa industri AI tengah berada dalam âpersaingan yang sangat ketat antar laboratorium utamaâ untuk menarik investasi melalui klaim berbasis matematika.
âSemua pihak berusaha menggunakan matematika untuk menarik investasi agar mereka bisa bertahan dalam persaingan,â ujarnya kepada AFP.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah perusahaan seperti SpaceXâyang memiliki afiliasi dengan perusahaan AI xAI milik Elon Muskâserta Anthropic disebut mulai mendekati pasar saham, sementara OpenAI juga dikabarkan tengah bersiap mengikuti langkah serupa.
Minggu sebelumnya, OpenAI juga merilis video di media sosial yang menampilkan profesor UCLA dan peraih Fields Medal, Terence Tao, yang memuji potensi produk mereka dalam mendukung riset.
Namun, Harris mengkritik kecenderungan tersebut dengan mengatakan bahwa tidak sehat jika komunitas matematika terus mengandalkan satu sosok sebagai âsuara utama matematikaâ.
Selain risiko komersialisasi, para penulis deklarasi juga memperingatkan bahwa sistem AI dapat menghasilkan bukti matematika yang tampak benar namun sebenarnya salah dan sulit diverifikasi manusia.
Mereka juga menyoroti potensi terganggunya atribusi ilmiah, di mana kontribusi peneliti asli menjadi tidak jelas karena hasil kerja mereka digunakan oleh sistem AI.
Para peneliti khawatir meningkatnya penggunaan AI dalam matematika dapat mendorong riset yang ikut-ikutan tren, melemahkan sistem peer review, serta menggeser arah penelitian dari kebebasan akademik menjadi kepentingan pengembang AI.
Selain itu, mereka juga menyinggung potensi dampak negatif AI dalam bentuk âpeperangan, pengawasan massal, gangguan politik, dan kerusakan lingkunganâ.
Dalam penutupnya, para penandatangan menyerukan agar para matematikawan menilai dampak etis dari penelitian mereka dan, jika perlu, menarik diri dari pekerjaan yang berpotensi berbahaya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
UEFA Nations League: Oyarzabal Kembali Jadi Mimpi Buruk Inggris, Modric Bersinar di Usia 41 Tahun
-
Kendalikan Erosi, Kementerian LH Dukung Penghijauan Bantaran Sungai CIliwung
-
Mahakam Mask Carnival Jadi Mesin Ekonomi Kreatif Kaltim, Kreator Lokal Unjuk Gigi
-
Pencegahan Rabies Membutuh Kolaborasi Para Pihak
-
Dapur Umum Dibuka, Dinsos Solok Pastikan Makanan Warga Terdampak Banjir.
-
Petenis Spanyol Kaitlin Quevedo Raih Gelar WTA Pertama di Sao Paulo
-
TelkomGroup Gandeng China Unicom Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.