MICE Salah Satu Kunci Pendorong Nilai Baru Pariwisata RI Menuju 2027

Kamis, 24 Sep 2026, 15:40 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mendorong pengembangan sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) sebagai salah satu pengungkit untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dari aktivitas pariwisata sekaligus memperkuat daya saing destinasi Indonesia.

Ni Luh mengatakan kinerja pariwisata Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,20 miliar perjalanan wisatawan nusantara, sementara devisa pariwisata mencapai sekitar 18,27 miliar dolar AS. 

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

"Tren positif tersebut berlanjut pada semester I 2026. Berdasarkan data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta kunjungan, tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya pada Indonesia Tourism & MICE Outlook (ITMO) 2027 yang diselenggarakan Forwaparekraf di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, Kamis (24/9). 

Namun, menurut Ni Luh pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kunjungan. Tantangan ke depan adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat diterjemahkan menjadi masa tinggal yang lebih panjang, belanja wisatawan yang lebih tinggi, pengalaman yang berkualitas, serta manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Salah satu segmen yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan adalah MICE,” katanya.

Berdasarkan data ICCA GlobeWatch Business Analytics – Country & City Rankings 2025, Indonesia mencatatkan 110 pertemuan asosiasi internasional. Capaian tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-37 dunia, ke-10 di Asia Pasifik, dan keempat di ASEAN. Dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026, ekosistem MICE dan bleisure, yakni perpaduan perjalanan bisnis dan rekreasi, juga teridentifikasi sebagai satu dari enam tren utama pariwisata nasional. Tren ini menunjukkan perjalanan bisnis semakin erat dengan aktivitas rekreasi dan pencarian pengalaman di destinasi.

Menurut Ni Luh, berbagai kegiatan MICE membuka peluang bagi peserta untuk memperpanjang masa tinggal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di destinasi. Setelah mengikuti kegiatan utama, peserta dapat menikmati wisata perkotaan, kuliner, kebugaran (wellness), berbelanja produk lokal, serta mengunjungi beragam daya tarik wisata di sekitar lokasi acara.

“Wisatawan yang datang untuk urusan bisnis atau menghadiri acara tidak lagi sekadar mengikuti konferensi, rapat, atau menyaksikan konser. Mereka juga ingin menikmati daya tarik daerah setempat, mulai dari berbelanja dan menikmati wisata kuliner hingga mengunjungi berbagai atraksi wisata. Hal inilah yang perlu kita perkuat integrasinya sehingga seluruh elemen tersebut saling terhubung menjadi satu ekosistem yang solid,” kata Wamenpar.

Oleh karena itu, pengembangan MICE di Indonesia ke depan perlu bertransformasi dari sekadar penyelenggaraan acara menjadi penciptaan pengalaman yang bernilai.

Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter destinasi, menggerakkan perekonomian lokal, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di panggung MICE global. Indonesia tidak hanya menawarkan tempat penyelenggaraan (venue), tetapi juga pengalaman khas dan berkesan yang menyertai setiap kegiatan.

Wamenpar menjelaskan dampak ekonomi sebuah acara juga tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Manfaat ekonominya mengalir ke berbagai sektor, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Program Event by Indonesia sepanjang 2025, misalnya, tercatat menarik 12,20 juta pengunjung, melibatkan 20.877 UMKM, menyerap 257.561 tenaga kerja, serta menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp23,76 triliun.

“Ketika peserta datang, mereka menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja produk lokal atau oleh-oleh, dan mengunjungi daya tarik wisata di daerah tersebut. Karena itu, nilai sebuah event tidak berhenti ketika lampu panggung dimatikan atau ruang konferensi ditutup,” ujar Wamenpar.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.