Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia Ungkap Angka Petani Muda Alami Penurunan

Kamis, 24 Sep 2026, 15:45 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa, mengatakan angka petani muda mengalami penurunan secara drastis. Hal ini diketahui disebabkan akibat minimnya partisipasi pemuda serta penuaan usia tenaga kerja pertanian.

“Sensus pertanian tahun 2003, jumlah petani yang umurnya kurang dari 25 tahun atau petani milenial itu masih 9 persen, 10 tahun kemudian jumlah petani milenial jadi 3 persen. Lalu tahun 2023, hasil sensus terakhir, jumlah petani milenial hanya 2 persen,” ujar Andreas, Kamis (24/9).

Ket. Foto: — Sumber: Pexels

Lebih lanjut, Andreas mengatakan bahwa isu penyampaian petani muda meningkat justru tidak sesuai data. Andreas menambahkan bahwa proporsi kelompok petani berusia lanjut justru mengalami peningkatan tajam dalam sepuluh tahun terakhir.

“Lalu jumlah petani yang umurnya di atas 45 tahun, 10 tahun terakhir ini justru melonjak yaitu dari 60 persen ke 72 persen” ujar dia.

Persoalan regenerasi dan kesejahteraan petani juga menjadi perhatian serius anggota DPR RI, Fraksi PKS, Riyono. Menurut dia, keberlanjutan profesi petani sangat bergantung pada jaminan masa depan sektor pertanian nasional.

Riyono mengatakan bahwa salah satu indikator penting kesejahteraan petani adalah berlangsungnya regenerasi. Ketika keluarga petani melihat sektor pertanian mampu memberikan penghidupan dan masa depan yang baik, menurutnya, akan semakin terbuka peluang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan profesi tersebut.

“Petani sejahtera adalah petani yang melakukan regenerasi kepada anaknya. Anak-anak muda, jangan enggan untuk menjadi petani, petani adalah profesi yang mulia, harapan masa depan,” ucap dia. ils/I-1

  • kehidupan petani
  • Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.