Kinerja Kuartal I 2026 Positif, Premi Bisnis Baru AAJI Tumbuh 5 Persen
Selasa, 02 Jun 2026, 16:15 WIBJAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja industri asuransi jiwa sepanjang Januari hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung. Sebanyak 56 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI mencatat pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 5 persen secara tahunan menjadi Rp27,90 triliun.
Selain itu, jumlah tertanggung juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 20,9 persen menjadi 118,28 juta orang. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keuangan sekaligus kepercayaan yang tetap terjaga terhadap industri asuransi jiwa nasional.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan industri asuransi jiwa terus menjalankan perannya sebagai penyedia perlindungan finansial bagi masyarakat Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi.
"Sepanjang Januari hingga Maret 2026, industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan keseluruhan sebesar Rp47,63 triliun. Di saat yang sama, industri juga tetap menjalankan komitmennya melalui pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp38,73 triliun kepada masyarakat atau tumbuh 1,5 persen secara tahunan," ujar Albertus.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan industri mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pemenuhan kewajiban kepada para pemegang polis. Total pendapatan premi industri secara unweighted tercatat relatif stabil di angka Rp47,27 triliun selama kuartal pertama tahun ini.
Berdasarkan jenis produk, asuransi jiwa tradisional masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi dengan nilai mencapai Rp30,10 triliun. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan dasar masih menjadi prioritas utama dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Sementara itu, produk unit link tetap memiliki kontribusi signifikan dalam portofolio industri.
Dari sisi distribusi, kanal bancassurance masih mendominasi dengan kontribusi premi sebesar Rp18,54 triliun. Kanal distribusi alternatif membukukan premi Rp14,44 triliun, sedangkan kanal keagenan mencatat pertumbuhan 1,2 persen menjadi Rp14,29 triliun yang menunjukkan peran agen masih penting dalam meningkatkan literasi dan penetrasi asuransi di masyarakat.
Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, menjelaskan bahwa perkembangan pembayaran klaim mencerminkan kebutuhan perlindungan masyarakat yang terus berkembang. Salah satu peningkatan terbesar terjadi pada klaim akhir kontrak yang melonjak 112 persen menjadi Rp10,45 triliun.
Di sisi lain, klaim surrender atau penebusan polis mengalami penurunan 30,4 persen menjadi Rp13,37 triliun. Menurut Wianto, kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memilih mempertahankan polis asuransi sebagai instrumen perlindungan jangka panjang.
Untuk komponen klaim lainnya, pembayaran klaim meninggal dunia tercatat sebesar Rp2,83 triliun. Sementara itu, klaim kesehatan meningkat 15,3 persen menjadi Rp6,72 triliun, yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perlindungan kesehatan.
"Adanya kenaikan klaim kesehatan menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan masyarakat masih tinggi, dan perlindungan asuransi kesehatan tetap memainkan peran yang sangat penting. Karena itu, industri saat ini terus beradaptasi melalui transformasi yang sejalan dengan kebijakan regulator, agar perlindungan kesehatan tetap dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dalam jangka panjang," kata Wianto.
Sementara itu, Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI, Handojo G. Kusuma, menyebutkan industri tetap menjaga ketahanan keuangan melalui pengelolaan investasi yang hati-hati dan terdiversifikasi.
Total aset industri asuransi jiwa hingga akhir Maret 2026 meningkat 5,8 persen menjadi Rp652,89 triliun. Adapun total investasi tumbuh 5,7 persen menjadi Rp571,70 triliun yang menunjukkan fundamental industri masih kuat dalam memenuhi kewajibannya kepada para pemegang polis.
"Total aset industri asuransi jiwa pada kuartal pertama 2026 meningkat 5,8 persen menjadi Rp652,89 triliun. Sementara total investasi tumbuh 5,7 persen menjadi Rp571,70 triliun. Peningkatan aset dan investasi menunjukkan bahwa secara fundamental industri tetap memiliki fondasi keuangan yang solid dalam menjalankan kewajibannya kepada pemegang polis," ujar Handojo.
AAJI juga terus mendorong transformasi industri melalui berbagai program strategis sepanjang 2026. Upaya tersebut meliputi penguatan kualitas sumber daya manusia melalui AAJI Industry University, peningkatan kompetensi tenaga pemasar melalui sertifikasi LSP AAJI, serta penguatan tata kelola industri dalam menghadapi agenda peningkatan permodalan dan spin off unit usaha syariah.
Selain itu, industri juga terus mempersiapkan implementasi regulasi baru, termasuk penerapan POJK Nomor 36 Tahun 2025 terkait transformasi asuransi kesehatan guna menciptakan ekosistem perlindungan kesehatan yang lebih transparan, sehat, dan berkelanjutan.
"Berbagai langkah ini merupakan bagian dari upaya industri untuk terus memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan perlindungan asuransi jiwa tetap relevan dan berkelanjutan di masa depan," tutup Albertus.
- Industri Asuransi
- aaji
- Investasi Asuransi
- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia
- Asuransi Kesehatan
- POJK
- Unit Link
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Antisipasi PHK Massal PPPK, Legilastor Minta Pemerintah Longgarkan Kebijakan Alokasi Belanja Pegawai
-
Pemulihan Trauma Anak Pasca Bencana Longsor Cisarua
-
Jakarta Darurat Banjir: WFH, PJJ, dan OMC Digeber Demi Tahan Gempuran Cuaca Ekstrem
-
Kemarau di Jabar Berangkat Lebih Awal dan Lebih Kering
-
Wisatawan Lebaran Melonjak, Polisi Siaga di Jalur Curup-Lubuklinggau
-
Ini Dia Para Top CEO dan Best Unitlink 2026 yang Raih Award dari Media Asuransi
-
Normalisasi Bantaran Kali Ciliwung, Sudin SDA Jaktim Bongkar Puluhan Bangunan di Kramat Jati
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.