Dosen Manajemen FEB UB Dorong Peningkatan Transformasi Digital UMKM Lewat Program 'UMKM Go Digital'
Senin, 01 Jun 2026, 00:00 WIBMALANG - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk âUMKM Go Digital: Langkah Berkelanjutan Menuju SDM Wirausaha yang Melek Teknologiâ. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan BPR Tugu Artha Sejahtera Kota Malang agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Noermijati, dari Departemen Manajemen FEB UB, bersama anggota tim Noval Adib, dan Dimas Hendrawan, serta didukung oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Program ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan BPR Tugu Artha Sejahtera dalam upaya memperkuat daya saing UMKM melalui peningkatan literasi digital dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan bersama mitra, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki identitas digital usaha, belum memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS, serta belum melakukan pencatatan keuangan secara digital. Kondisi tersebut menyebabkan potensi usaha belum berkembang secara optimal meskipun telah memperoleh dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan.
âTransformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kinerja bisnisnya. Melalui program ini kami ingin membantu UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital,â ujar Prof. Noermijati.
Program pengabdian dirancang secara bertahap dan berkelanjutan melalui pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan intensif. Pada tahap awal, peserta akan dibimbing untuk membangun identitas digital usaha melalui pembuatan tautan usaha (digital business card), optimalisasi WhatsApp Business, serta aktivasi sistem pembayaran QRIS yang terintegrasi dengan layanan virtual account milik BPR Tugu Artha Sejahtera.
Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pelatihan penguatan identitas dan promosi digital melalui pembuatan logo, katalog produk, serta desain konten promosi menggunakan aplikasi yang mudah diakses seperti Canva. Selain itu, UMKM juga akan didampingi dalam mengelola akun media sosial bisnis agar mampu meningkatkan jangkauan pasar dan interaksi dengan pelanggan secara lebih efektif.
Pada tahap berikutnya, program akan berfokus pada peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan berbasis aplikasi digital sederhana. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memiliki pembukuan yang lebih tertata sehingga memudahkan evaluasi usaha dan akses terhadap pembiayaan lanjutan.
Pihak BPR Tugu Artha Sejahtera menyambut baik pelaksanaan program ini karena sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga keuangan daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Melalui program ini, tim pengabdian menargetkan terbentuknya identitas digital usaha yang aktif, meningkatnya penggunaan QRIS dan media sosial bisnis oleh UMKM, serta tumbuhnya kebiasaan pencatatan keuangan digital yang lebih baik. Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, program ini juga diharapkan dapat menghasilkan model pemberdayaan UMKM berbasis digital yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan implementasi teknologi yang telah diperkenalkan. Selain itu, hasil kegiatan akan didiseminasikan melalui publikasi ilmiah, media massa, serta penyusunan modul pendampingan agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.
âKami berharap program ini dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan UMKM yang tidak hanya tangguh secara ekonomi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ketika UMKM mampu memanfaatkan teknologi dengan baik, maka peluang untuk berkembang dan bersaing akan semakin besar,â tutup Noermijati.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Dedieselisasi Harus Diperluas dengan Setop Pembangkit Listrik Gas dan Batu Bara
-
Pemprov Sulsel Respon Keluhan Warga, Jalan Makassar–Maros Segera Mulus
-
Menyaksikan Keindahan Kota Wamena dari Ketinggian Tugu Salib
-
Mendagri Apresiasi Kementerian PKP Pada Program Bedah 21 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di Papua
-
Australia Impor 250.000 ton Pupuk dari Indonesia
-
Blokade Berakhir, Aliran Minyak Dunia Melalui Selat Hormuz Kembali Normal
-
Internet Gratis untuk Warga, Tanjungpinang Perkuat Layanan Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.