Australia Impor 250.000 ton Pupuk dari Indonesia

Jumat, 17 Apr 2026, 17:45 WIB

CANBERRA - Australia akan mengimpor 250.000 ton pupuk urea dari Indonesia. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan yang diumumkan oleh Perdana Menteri Anthony Albanese pada Jumat (17/4).

Pengumuman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri Penny Wong dan Menteri Pertanian Julie Collins. Kesepakatan ini melibatkan perusahaan Australia Incitec Pivot Fertilizers dan produsen Indonesia PT Pupuk Indonesia.

Ket. Foto: Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese — Sumber: X - Anthony Albanese

Kerja sama tersebut diproyeksikan mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan pupuk Australia untuk musim saat ini. Pemerintah Australia menilai langkah ini sebagai dukungan penting bagi para petani, dilansir dari Xinhua dan Bloomberg.

Hal tersebut mengingat peran vital pupuk dalam menjaga produktivitas pertanian, sistem produksi pangan, serta ketahanan pangan di kawasan. Kebijakan impor ini juga menjadi respons atas gangguan pasokan pupuk yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Sehari sebelumnya, pemerintah Australia telah mengumumkan penyederhanaan proses impor pupuk guna mengatasi kendala distribusi. Sebelum konflik terjadi, sekitar 60 persen impor pupuk urea Australia melewati jalur Selat Hormuz yang kini terdampak situasi geopolitik.

Kondisi tersebut mendorong Australia untuk mencari alternatif pasokan yang lebih stabil. Pemerintah Australia dan Indonesia diketahui bekerja sama erat dalam memfasilitasi kesepakatan ini.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dalam negeri Australia. Selain itu, upaya ini juga memperkuat peran kedua negara dalam mendukung ketahanan pangan regional di tengah ketidakpastian global. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.