Amerika Serikat Bidik Terobosan di Piala Dunia 2026, Pochettino Andalkan Generasi Emas 'The Stars and Stripes'

Senin, 01 Jun 2026, 07:00 WIB

LOS ANGELES – Berstatus sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat memasuki Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Tidak lagi sekadar menjadi peserta yang mampu lolos dari fase grup, The Stars and Stripes menargetkan pencapaian yang lebih tinggi di bawah komando pelatih Mauricio Pochettino dan dukungan generasi pemain terbaik yang mereka miliki dalam dua dekade terakhir.

Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan ke-12 Amerika Serikat di panggung sepak bola terbesar dunia. Sebagai salah satu tuan rumah, mereka otomatis mengamankan tiket ke putaran final dan tergabung di Grup D bersama Paraguay, Australia, dan Turki.

Ket. Foto: Mauricio Pochettino. — Sumber: AFP

Amerika Serikat dijadwalkan membuka turnamen dengan menghadapi Paraguay pada 12 Juni di Stadion Los Angeles. Setelah itu, mereka akan melawan Australia pada 19 Juni di Stadion Seattle sebelum menuntaskan fase grup menghadapi Turki pada 25 Juni kembali di Los Angeles.

Partisipasi kali ini memiliki arti khusus bagi sepak bola Amerika. Selain menjadi kesempatan kedua menjadi tuan rumah setelah edisi 1994, turnamen tersebut juga menjadi ujian besar bagi proyek pengembangan sepak bola nasional yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Harapan besar itu kini berada di tangan Mauricio Pochettino. Pelatih asal Argentina tersebut resmi ditunjuk pada September 2024 menggantikan Gregg Berhalter. Rekam jejaknya di sepak bola Eropa membuat federasi Amerika Serikat yakin mampu membawa tim nasional ke level yang lebih tinggi.

Sepanjang kariernya, Pochettino pernah menangani sejumlah klub elite seperti Chelsea, Paris Saint-Germain, Tottenham Hotspur, Southampton, dan Espanyol. Namanya mendapat pengakuan luas setelah sukses mengubah Tottenham menjadi salah satu kekuatan utama Liga Inggris dan membawa klub London tersebut mencapai final Liga Champions 2019.

Rekam Jejak Panjang di Panggung Dunia

Amerika Serikat memiliki sejarah yang cukup panjang di Piala Dunia. Mereka tampil pada edisi 1930, 1934, 1950, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010, 2014, 2022, dan kini 2026.

Prestasi terbaik mereka tercipta pada Piala Dunia 1930 di Uruguay ketika berhasil melaju hingga semifinal. Sejak saat itu, pencapaian paling menonjol adalah mencapai perempat final pada 2002 dan beberapa kali lolos ke babak 16 besar.

Dalam 37 pertandingan Piala Dunia yang telah dijalani, Amerika Serikat membukukan sembilan kemenangan, delapan hasil imbang, dan 20 kekalahan.

Salah satu momen paling legendaris dalam sejarah mereka terjadi pada Piala Dunia 1950 di Brasil ketika secara mengejutkan menaklukkan Inggris 1-0, hasil yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah turnamen.

Momen ikonik lainnya hadir pada Piala Dunia 2014 ketika kiper Tim Howard tampil luar biasa dengan mencatat 16 penyelamatan saat menghadapi Belgia di babak 16 besar. Meski akhirnya kalah, penampilan Howard mendapat pujian dari berbagai penjuru dunia.

Sementara itu, legenda Amerika Serikat, Landon Donovan, masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak negaranya di Piala Dunia dengan lima gol. Donovan juga menjadi pemain Amerika dengan jumlah penampilan terbanyak di putaran final, yakni 12 pertandingan dalam tiga edisi berbeda.

Amerika Serikat datang ke turnamen dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang berkiprah di kompetisi elite Eropa.

Kapten Tyler Adams akan menjadi jangkar di lini tengah, sementara kreativitas dan ancaman serangan tetap bertumpu pada Christian Pulisic. Di lini depan, Folarin Balogun, Ricardo Pepi, Tim Weah, dan Gio Reyna diharapkan mampu memberikan produktivitas yang lebih baik dibandingkan beberapa penampilan internasional terakhir.

Sorotan juga tertuju kepada Weston McKennie. Gelandang Juventus itu menunjukkan performa konsisten di Serie A dan diproyeksikan menjadi salah satu pemain kunci dalam sistem permainan Pochettino.

Kontribusi McKennie semakin penting setelah Amerika Serikat mengalami kesulitan di lini serang dalam sejumlah laga internasional terakhir. Kehadirannya sebagai gelandang box-to-box yang mampu membantu pertahanan sekaligus menyerang diyakini dapat memberikan keseimbangan bagi tim.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga menerima kabar kurang menggembirakan setelah striker muda Patrick Agyemang harus menepi akibat cedera tendon Achilles yang membuatnya gagal tampil di Piala Dunia.

Meski demikian, kedalaman skuad yang dimiliki tetap memberikan optimisme. Bermain di depan publik sendiri dengan dukungan puluhan ribu suporter, Amerika Serikat berharap mampu melampaui pencapaian pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Belanda.

Dengan pengalaman sebagai tuan rumah, sentuhan Mauricio Pochettino, dan skuad yang sebagian besar berada dalam usia emas, The Stars and Stripes memiliki peluang untuk menciptakan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Amerika.

Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026

Kiper: Matt Turner (New England Revolution), Matt Freese (New York City FC), Chris Brady (Chicago Fire).

Bek: Sergino Dest (PSV Eindhoven), Chris Richards (Crystal Palace), Antonee Robinson (Fulham), Auston Trusty (Celtic), Max Arfsten (Columbus Crew), Alex Freeman (Villarreal), Mark McKenzie (Toulouse), Joe Scally (Borussia Monchengladbach), Miles Robinson (FC Cincinnati), Tim Ream (Charlotte FC).

Gelandang: Tyler Adams (Bournemouth), Weston McKennie (Juventus), Brendan Aaronson (Leeds United), Sebastian Berhalter (Vancouver Whitecaps), Cristian Roldan (Seattle Sounders), Malik Tillman (Bayer Leverkusen), Alejandro Zendejas (Club America).

Penyerang: Gio Reyna (Borussia Monchengladbach), Haji Wright (Coventry City), Christian Pulisic (AC Milan), Folarin Balogun (AS Monaco), Ricardo Pepi (PSV Eindhoven), Tim Weah (Marseille).

  • Timnas AS
  • Piala Dunia 2026
  • Profil Tim Peserta Piala Dunia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.