Nanti Malam, Fenomena Micro Blue Moon Bisa Dilihat di Langit Indonesia
Minggu, 31 Mei 2026, 10:33 WIBCAPE CANAVERAL â Bersiaplah untuk fenomena langka Bulan purnama biru mikro (micro blue moon) pada akhir pekan ini, bulan purnama biru yang juga merupakan bulan purnama terjauh dan tampak terkecil tahun ini.
Menurut Associated Press, bintang cemerlang Antares juga akan ikut muncul dalam pertunjukan hari Minggu (31/5), memberikan tiga hal istimewa dalam satu paket pada para pengamat langit.
Fenomena blue moon terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali ketika bulan purnama kedua terjadi dalam satu bulan. Tanggal 1 Mei menandai bulan purnama pertama di bulan ini.
Karena orbit Bulan bukanlah lingkaran sempurna, Bulan purnama yang akan datang akan lebih jauh dari Bumi dari biasanya, yaitu pada jarak 252.360 mil (406.135 kilometer), sehingga tampak sedikit lebih kecil dan redup. Ini kebalikan dari supermoon, yaitu ketika Bulan purnama mendekat ke Bumi lebih dekat dari biasanya. Supermoon terakhir, misalnya, hanya berjarak 225.130 mil (362.312 kilometer).
Gianluca Masi dari Virtual Telescope Project, yang akan menyiarkan langsung dari Italia, mengatakan bahwa Bulan mikro pada hari Minggu akan tampak sekitar 6% lebih kecil dan 10% lebih redup daripada Bulan purnama rata-rata, âperbedaan yang cukup halus sehingga kemungkinan besar tidak akan disadari oleh sebagian besar pengamat.â
Pemandangan akan terasa sangat mendebarkan di selatan khatulistiwa, melintasi Samudra Pasifik, termasuk Indonesia.
Hal itu disampaikan peneliti Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin. Fenomena ini bisa disaksikan di langit Indonesia pada hari Minggu (31/5).
"Purnama dapat diamati sepanjang malam," kata Thomas dikutip dari Kompas.com, Jumat (28/5). "(Bisa disaksikan) sejak maghrib sampai menjelang matahari terbit," lanjutnya.
Fenomena tersebut bisa disaksikan di wilayah Asia, Australia, dan Selandia Baru. Hal ini karena wilayah tersebut berada di sebelah barat Garis Tanggal Internasional sehingga momen purnama penuh bisa disaksikan pada 31 Mei 2026 malam hari.
Bagi para pengamat bintang di Argentina, Chili, Selandia Baru, Australia bagian timur, sebagian Antartika, dan beberapa pulau lainnya, Antares akan menghilang sementara saat Bulan mikro biru itu melintas di depannya.
Bintang super raksasa merah, yang berjarak 550 tahun cahaya, dikenal sebagai "jantung kalajengking" di konstelasi Scorpius. Satu tahun cahaya hampir setara dengan 6 triliun mil (9,7 triliun kilometer).
Tidak akan ada kejadian menghilang bagi mereka yang melihat ke langit di tempat lain di dunia, karena Antares akan selalu terlihat bersamaan dengan Bulan purnama.
Dan terlepas dari namanya, blue moon ini tidak akan tampak berwarna pirus, safir, atau warna lainnya. Istilah ini hanya merujuk pada kejadian langka berupa dua bulan purnama dalam satu bulan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Bupati Pati Sudewo Ogah Mundur, Pakar Hukum Sebut Bisa Diberhentikan Karena Kebijakan Tak Libatkan Rakyat
-
Bupati Lumajang Sebut Ketahanan Pangan Dimulai Kemandirian Olahan Lokal
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
-
Wagub DKI Jakarta Imbau Masyarakat Waspada Wabah Virus Superflu
-
PP Tunas Diterapkan, Permainan Tradisional Jadi Alternatif Kurangi Ketergantungan Medsos
-
Victoria Mboko, Petenis Muda Kanada Siap Menapaki Panggung Elit Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.