Bupati Lumajang Sebut Ketahanan Pangan Dimulai Kemandirian Olahan Lokal

Senin, 20 Okt 2025, 16:40 WIB

LUMAJANG - Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan bahwa ketahanan pangan dimulai dari kemandirian olahan lokal masyarakat dalam mengolah sumber daya daerahnya sendiri.

“Ketahanan pangan bukan sekadar memastikan bahan pangan tersedia, tapi bagaimana masyarakat mampu mengolah dan mengembangkannya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” katanya saat membuka Lomba Inovasi Olahan Pisang dan Ubi Jalar, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/10).

Ket. Foto: Bupati Lumajang Indah Amperawati — Sumber: antara foto

Menurutnya, Kabupaten Lumajang memiliki kekayaan alam melimpah, seperti pisang dan ubi jalar, yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara kreatif dan produktif di wilayah setempat.

Kegiatan tersebut digagas untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap potensi pangan lokal dan semacam itu bukan hanya ajang kompetisi kuliner, melainkan bentuk dari gerakan kemandirian pangan berbasis potensi daerah.

Ia mengatakan pisang dan ubi jalar merupakan dua komoditas unggulan Lumajang yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah, padahal jika diolah secara kreatif, keduanya bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat Lumajang punya kebanggaan terhadap hasil buminya sendiri. Dari dapur-dapur kecil di rumah tangga, bisa lahir inovasi yang memperkuat ekonomi lokal,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada rantai distribusi besar atau impor, melainkan harus tumbuh dari kekuatan lokal yang mandiri dan melalui inovasi olahan pangan.

Pemkab Lumajang berharap masyarakat semakin sadar bahwa pangan lokal adalah sumber daya strategis yang harus dijaga dan dikembangkan.

"Kalau kami bisa memanfaatkan hasil bumi sendiri, tidak akan ada kekhawatiran terhadap krisis pangan. Lumajang punya potensi besar untuk menjadi daerah yang mandiri pangan,” katanya.

Bupati yang biasa dipanggil Bunda Indah itu juga mendorong agar kegiatan serupa terus dilakukan di tingkat kecamatan dan desa karena lomba olahan pangan seperti itu dapat menjadi ruang belajar dan berbagi inspirasi antarpelaku usaha kecil, komunitas perempuan, hingga generasi muda.

“Ketahanan pangan dimulai dari kesadaran rumah tangga. Dari dapur ibu-ibu di desa, lahirlah ketahanan ekonomi dan sosial," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa setiap inovasi yang lahir dari produk lokal bukan sekadar produk ekonomi, melainkan wujud nyata identitas Lumajang yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Kami ingin masyarakat menyadari bahwa setiap kreasi, dari pisang atau ubi yang diolah menjadi produk baru, adalah cerminan karakter, budaya, dan kreativitas daerah," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.