Victoria Mboko, Petenis Muda Kanada Siap Menapaki Panggung Elit Dunia
Rabu, 22 Okt 2025, 08:15 WIBTOKYO, JEPANG - Perjalanan karir Victoria Mboko seolah melesat secepat servis kerasnya. Setahun lalu, petenis remaja asal Kanada itu masih berada di peringkat ke-350 dunia. Kini, di usia 19 tahun, ia sudah menembus 20 besar WTA dan menjadi salah satu wajah baru paling menjanjikan di dunia tenis putri.
Musim ini menjadi tonggak besar dalam karir Mboko. Ia mencetak kejutan luar biasa di Canadian Open bulan Agustus, ketika merebut gelar WTA pertamanya di tanah kelahiran sendiri. Mboko menyingkirkan unggulan utama Coco Gauff di babak 16 besar dan menaklukkan Naomi Osaka, mantan petenis nomor satu dunia, di partai final.
Kini Mboko tengah berlaga di Pan Pacific Open, Tokyo, dan memulai langkahnya dengan mantap lewat kemenangan 6-3, 6-3 atas sesama petenis Kanada, Bianca Andreescu, padahari Selasa (21/10).
Berada di peringkat 23 dunia, Mboko menyebut perjalanan tahun ini sebagai sesuatu yang âbenar-benar gilaâ.
âSaya bisa melihat ke belakang dan merasa bangga dengan apa yang sudah saya capai,â kata Mboko. âSaya tidak pernah membayangkan bisa berada di posisi ini. Sekarang fokus saya adalah terus membangun, terus melangkah ke atas. Semoga tahun depan saya bisa menjaga momentum dan mempertahankan energi positif dalam diri saya.â
Kemenangan besar di Montreal ternyata sempat diikuti masa sulit. Mboko menelan empat kekalahan beruntun di babak pertama turnamen berikutnya,tanpa memenangi satu set pun. Namun, kemenangan perdananya di Tokyo menandai akhir dari periode suram tersebut.
âSaya tidak pernah kehilangan keyakinan,â ujar Mboko. âSaya selalu berusaha melihat sisi positif. Yang penting bagi saya adalah tetap menikmati permainan dan jujur terhadap gaya bermain sendiri. Rasanya memang lega bisa melewati masa itu dan mulai membangun momentum baru.â
Tak butuh waktu lama bagi Mboko untuk kembali ke lapangan. Dua jam setelah menyingkirkan Andreescu di tunggal, ia justru berduet dengan seniornya itu di nomor ganda, dan keduanya sukses menembus perempat final.
Mboko mengaku banyak belajar dari Andreescu, juara US Open 2019 yang kini sedang berjuang bangkit dari cedera dan penurunan performa hingga terlempar ke peringkat 172 dunia.
âDia mengalami hal-hal yang sangat mirip dengan yang saya rasakan tahun ini,â ujar Mboko. âSulit memang menemukan pijakan setelah meraih hasil besar. Tapi berbicara dengannya membantu saya menemukan ketenangan dan perspektif baru.â
Lahir di Amerika Serikat dari orang tua yang mengungsi dari konflik politik di Republik Demokratik Kongo, Mboko tumbuh besar di Toronto. Ia adalah anak bungsu dari empat bersaudara,semuanya bermain tenis.
Meski tenis menjadi bagian utama hidupnya, Mboko mengaku jarang menonton pertandingan tenis di waktu luang. Ia justru lebih senang mengikuti tim bisbol Toronto Blue Jays, yang baru saja memastikan tiket ke World Series pertama mereka dalam 32 tahun.
âSaya bukan penggemar berat bisbol, tapi saya mengikuti Blue Jays karena itu bagian dari rumah saya,â kata Mboko sambil tersenyum. Saya mendukung mereka dari jauh, sebisanya.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Singkirkan Fernandez, Janice Tjen Melaju ke 16 Besar Dubai Open 2026
-
Peluang Ekspor Pupuk Menggoda, Pupuk Indonesia: Jangan Sampai Petani Kekurangan
-
Harga Kulkas Side by Side Berkapasitas Besar Ini Hanya 5 Jutaan
-
AS Turunkan Tarif Setelah India Janji Tinggalkan Minyak Russia
-
Final Four Proliga 2026: Seri Ketiga di Semarang Dipastikan Berlangsung Ketat
-
Privasi Pemain Jadi Sorotan, Australia Open Lakukan Evaluasi Kebijakan Kamera
-
Jasa Raharja Pastikan Jaminan bagi Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.