Satu Keluarga Meninggal Dunia, Badan Geologi Nyatakan Tidak Ada Indikasi Gas Berbahaya di Glamping Posong

Jumat, 29 Mei 2026, 20:55 WIB

JAKARTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ditemukan indikasi gas vulkanik berbahaya di kawasan wisata Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terkait penemuan empat orang meninggal dunia di lokasi tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, di Jakarta, Jumat (29/5), mengatakan bahwa dalam merespons kejadian tersebut pihaknya juga telah melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran konsentrasi gas untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

Ket. Foto: Tim petugas Badan Geologi melakukan pengukuran konsentrasi gas di kawasan wisata Glamping Posong di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA

Pengukuran dilakukan menggunakan alat detektor gas milik Badan Geologi untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh gas vulkanik dari Gunung Sindoro maupun gas alam terhadap lokasi kejadian.

Hasil pengukuran di sejumlah tempat menunjukkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) sebesar 0,03 persen, sementara hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) terpantau 0 ppm.

"Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," kata dia.

Dia menambahkan saat ini aktivitas Gunung Sindoro berada pada tingkat Normal atau Level I sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

"Vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal serta tidak menunjukkan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya," katanya.

Petugas Kepolisian Resor Temanggung menangani laporan empat wisatawan yang merupakan satu keluarga meninggal dunia saat berkemah di wisata alam tersebut, Rabu (27/5).

Laporan awal kepolisian diduga korban meninggal usai menghirup gas berbahaya dan untuk itu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, pengujian laboratorium forensik untuk mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.