Redam Kenaikan Harga Beras, Bulog Siapkan Beras SPHP Premium

Minggu, 12 Jul 2026, 08:52 WIB

JAKARTA - Perum Bulog menyiapkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) premium sebagai instrumen operasi pasar guna meredam kenaikan harga beras premium sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah berikutnya.

Ket. Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) didampingi Direktur SDM dan Transformasi Bulog Ade Prastya Nurdin memberi keterangan kepada awak media usai fun match minisoccer di Jakarta, Sabtu (11/7/2026). — Sumber: ANTARA

"Kami menyarankan ke Pak Menteri Pertanian maupun Pak Menko Pangan untuk menentukan kebijakan berikutnya, untuk kenaikan harga beras premium ini kami juga adakan beras SPHP premium yang bernama Beras Kita," kata Rizal saat dikonfirmasi mengenai harga beras premium yang mencapai Rp16.000 per kilogram, usai fun match minisoccer di Jakarta, Sabtu.

Menurut Rizal, Bulog mengusulkan beras SPHP premium dengan merek Beras Kita sebagai pelengkap program SPHP yang selama ini hanya menyediakan beras kategori medium.

"Jadi bukan hanya beras SPHP medium tapi kami juga coba munculkan beras SPHP premium yang bernama Beras Kita," ujarnya.

Ia menjelaskan operasi pasar menggunakan beras medium dinilai belum efektif menekan harga ketika yang mengalami kenaikan justru beras premium sehingga diperlukan instrumen yang lebih tepat sasaran.

Karena itu, Bulog menyusun konsep penyaluran beras SPHP premium untuk membantu menurunkan harga beras premium yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan di sejumlah daerah.

Ahmad Rizal mengatakan besaran harga jual beras SPHP premium masih menunggu pembahasan dan keputusan dalam rapat koordinasi terbatas pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait.

Menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram sebagai salah satu acuan dalam menetapkan kebijakan harga program tersebut.

Selain harga, pemerintah juga akan menghitung biaya produksi beras premium agar kebijakan yang dihasilkan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha.

Bulog juga belum menetapkan besaran alokasi beras SPHP premium karena volume penyaluran akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan permintaan di lapangan.

Rizal menegaskan penetapan kuota sejak awal berisiko tidak sesuai kebutuhan sehingga pemerintah memilih menyesuaikan volume distribusi berdasarkan kondisi pasar yang berkembang.

Ia menyebut arahan Menteri Pertanian terkait penyediaan 2 juta ton beras komersial tetap menjadi bagian dari pembahasan dalam penyusunan skema penyaluran beras SPHP premium.

Menurutnya komposisi antara beras SPHP medium dan premium akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan masyarakat sehingga distribusi dapat berlangsung lebih efektif.

Ia menilai meningkatnya produksi beras nasional telah mendorong perubahan preferensi masyarakat, terutama di kawasan perkotaan, yang kini semakin banyak memilih beras kategori premium.

Bulog optimistis kehadiran beras SPHP premium dapat memperkuat efektivitas operasi pasar sekaligus menjaga stabilitas harga serta memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.