Jamaah Haji Embarkasi Lombok Mulai Pulang, Tiba 1 Juni 2026.
Jumat, 29 Mei 2026, 17:11 WIBGelombang pertama kepulangan jamaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Tanah Suci Arab Saudi ke Tanah Air dijadwalkan tiba pada 1 Juni 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan sesuai jadwal yang ditetapkan, jamaah haji NTB tiba pada hari Senin (1/6) pukul 20.15 Wita di Bandara Lombok.
"Tim sudah menyiapkan alur kedatangan bagi jamaah haji NTB," ujarnya di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan untuk kedatangan jamaah ini, pihaknya menyiapkan 81 personel yang akan ditempatkan pada titik-titik dianggap krusial di Bandara Lombok. Personel tersebut diposisikan untuk menangani alur penjemputan keluarga, penempatan jamaah dan proses serah terima antarpemerintah daerah.
"Pembagian peran dan titik tugas telah disepakati oleh seluruh PPIH untuk mengurangi tumpang tindih tugas. Penempatan final personel memastikan penanganan lancar saat kedatangan dan serah terima kepada pihak kabupaten," terang Lalu Amin.
Menurut Amin, alur penjemputan, penempatan, dan penyerahan jamaah haji di bagi tiga fase utama, yakni penjemputan oleh keluarga, selanjutnya penempatan jamaah, dan penyerahan dari pemerintah provinsi kepada pemerintah daerah kabupaten/kota lalu keluarga.
"Setiap fase dirancang agar berjalan rapi, tertib, dan tanpa hambatan dengan koordinasi antarpihak yang telah disepakati. Perhatian khusus juga diberikan pada titik-titik krusial untuk mencegah kemacetan atau kebingungan saat proses transfer jamaah," katanya.
Sejauh ini kondisi jamaah haji NTB, mulai dari kloter 1 hingga kloter 15 dalam keadaan sehat walafiat, meski terdapat sebagian jamaah mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan. Bahkan, beberapa sedang dalam observasi oleh tim kesehatan.
"Saat melempar jumroh beberapa jamaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jamaah drop," ujarnya.
Untuk menjaga kondisi para jamaah ini, PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan (rumah sakit) setempat untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan kondisi jamaah tetap stabil.
"Beberapa jamaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan," ucapnya.
Diketahui sampai dengan saat ini terdapat lima orang jamaah haji asal Embarkasi Lombok, dinyatakan meninggal dunia di Arab Saudi. Terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Jamaah haji ini berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah.
- Info Haji 2026
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Secercah Harapan Damai: Trump Nyatakan Siap Akhiri Konflik Meski Selat Hormuz Masih Terblokade
-
Inggris Mulai Batasi Penjualan Solar ke Petani Akibat Krisis Energi
-
Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Brasil
-
Sambut Jamaah Haji Indonesia, PPIH Saudi Siapkan "Buggy Car" di Bandara Jeddah
-
Ramadan Mega Sale 2026
-
Mendagri Instruksikan ASN Kemendagri Harus Proaktif Pada Program Prioritas Nasional
-
PPIH Arab Saudi Imbau Jamaah Haji Indonesia Jaga Fisik, Jangan Paksakan ke Masjidil Haram Saat Padat.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.