Dari Lapangan Lumpur ke Piala Dunia, Moises Caicedo Tak Pernah Lupa Asal-usul
Kamis, 28 Mei 2026, 06:45 WIBSAN DOMINGO, EKUADOR - Gelandang Moises Caicedo pernah mengangkat trofi pertamanya berupa piala plastik kecil di sebuah lingkungan pekerja di Ekuador. Kini, lebih dari satu dekade kemudian, ia bersiap tampil di Piala Dunia keduanya sebagai salah satu pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Perjalanan Caicedo menjadi simbol mimpi besar anak-anak dari kawasan miskin di Santo Domingo, Ekuador. Di sanalah ia tumbuh di lingkungan sederhana bernama Mujer Trabajadora, bermain sepak bola tanpa alas kaki di lapangan berlumpur penuh batu dan pecahan kaca.
Foto masa kecilnya masih disimpan sahabat lamanya, Jeremy Cedeno. Dalam gambar itu, Caicedo kecil terlihat tersenyum sambil memegang trofi plastik emas bersama teman-temannya usai menjuarai turnamen lokal.
âBahkan tidak ada wasit saat itu,â kenang Cedeno sambil tertawa. âTekel-tekel di lapangan sangat keras.â
Senyum yang sama kembali terlihat ketika Caicedo mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub bersama Chelsea di Amerika Serikat pada Juli 2025. Saat itu, bendera Ekuador melingkar di pinggangnya.
âKami sangat bangga karena dia berasal dari lingkungan ini, tempat dia dulu bermain tanpa sepatu,â ujar Cedeno, yang kini bekerja sebagai paramedis.
Perjalanan Caicedo menuju puncak sepak bola dunia jauh dari mudah. Anak bungsu dari 10 bersaudara itu pernah membantu keluarganya dengan menjual bunga di pemakaman.
Namun bakat dan kerja keras mengubah hidupnya. Transfernya dari Brighton & Hove Albion ke Chelsea pada 2023 dengan nilai sekitar 115 juta poundsterling mencetak rekor transfer termahal di Inggris saat itu.
Musim ini, Caicedo tampil 50 kali bersama Chelsea dan mencetak lima gol. Bersama Ecuador national football team, ia sudah mengoleksi 60 penampilan sejak debut di usia 18 tahun.
Di kampung halamannya, wajah Caicedo kini menghiasi mural, kaus, hingga pelindung tulang kering anak-anak yang bermimpi mengikuti jejaknya.
Salah satunya adalah Julian Hidalgo, bocah sembilan tahun yang mengidolakan kecerdasan dan kecepatan Caicedo di lapangan.
Anak-anak itu dilatih oleh pelatih yang sama seperti Caicedo dulu, Ivan Guerra.
âKami selalu mengingatkan mereka bahwa Caicedo memulai semuanya di sekolah sepak bola ini,â kata Guerra.
âLapangan kami dulu hanya lumpur, batu, pasir, bahkan kadang ada pecahan kaca. Kami mengajarkan anak-anak untuk bekerja keras jika ingin mewujudkan mimpi.â
Pelatih masa remaja Caicedo di klub Jaipadida, Darwin Castillo, masih mengingat sosok pemalu yang memiliki fisik luar biasa dan mental pantang menyerah.
âDisiplinnya berasal dari keluarganya yang sangat sederhana. Mereka bahkan selalu berdoa sebelum makan,â ujar Castillo.
Tahun lalu, Caicedo menerima penghargaan medali kehormatan olahraga dari Majelis Nasional Ekuador.
âSaya selalu bermimpi menjadi pesepak bola profesional sejak kecil, tetapi tetap menjadi anak sederhana yang tidak melupakan asal-usulnya,â kata Caicedo saat menerima penghargaan tersebut.
Menurut Castillo, sang pemain benar-benar memegang prinsip itu hingga sekarang.
Caicedo masih sering pulang ke Ekuador saat liburan. Ia pergi ke pantai, bermain wahana roda putar, dan kembali menendang bola bersama teman-teman masa kecil serta para pelatih lamanya.
Di momen-momen itu, Caicedo seolah kembali menjadi bocah kecil yang dulu bahagia hanya karena sebuah trofi plastik sederhana.
- Ekuador
- Piala Dunia 2026
- moises caicedo
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026: Generasi Emas The Three Lions Siap Memburu Mahkota Dunia
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Ambon Diajak Nobar Bersama di Mapolresta
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.