Sinner dan Sabalenka Memulai Perburuan Gelar Roland Garros
Selasa, 26 Mei 2026, 07:20 WIBPARIS - Prancis Open atau Roland Garros 2026 kembali menjadi panggung ambisi besar bagi Jannik Sinner dan Aryna Sabalenka. Dua petenis nomor satu dunia itu memulai perjalanan mereka dengan target serupa, menaklukkan lapangan tanah liat Paris dan menghapus luka masa lalu.
Bagi Sinner, Roland Garros menghadirkan kenangan pahit sekaligus motivasi besar. Setahun lalu, petenis Italia tersebut harus menelan kekalahan menyakitkan di partai final. Kini dia kembali ke Paris dengan status unggulan utama dan performa yang nyaris sempurna sepanjang musim.
Di babak pertama, Selasa (26/5) waktu setempat, Sinner akan menghadapi petenis tuan rumah Clement Tabur yang mendapat wildcard. Secara kualitas dan pengalaman, laga itu tampak berat sebelah. Namun atmosfer Roland Garros selalu menghadirkan tekanan tersendiri, bahkan bagi pemain terbaik dunia.
Sinner datang dengan catatan luar biasa. Setelah gagal mempertahankan gelar Australia Open awal tahun ini, ia bangkit dengan rentetan 29 kemenangan beruntun. Gelar di Indian Wells dan Miami melengkapi Sunshine Double miliknya, sebelum dia menguasai musim tanah liat lewat trofi Masters 1000 di Monte Carlo, Madrid, dan Roma. Pencapaian tersebut menjadikannya pemain termuda kedua setelah Novak Djokovic yang berhasil menyapu Career Golden Masters.
Musim ini, petenis berusia 24 tahun itu mengoleksi rekor 36 kemenangan dan hanya dua kekalahan. Dominasi Sinner terlihat dari kemampuannya menjaga konsistensi permainan agresif sekaligus disiplin bertahan di lapangan tanah liat.
âSaya datang ke Paris dengan rasa lapar yang besar. Kekalahan tahun lalu memberi pelajaran penting bagi saya. Sekarang saya merasa lebih siap menghadapi tekanan dan ekspektasi,â ujar Sinner.
Meski demikian, kondisi fisiknya sempat menjadi perhatian setelah terlihat kelelahan pada fase akhir Italia Open saat menghadapi Andrey Rublev dan Daniil Medvedev. Waktu istirahat selama sepekan diharapkan cukup untuk memulihkan kebugarannya sebelum memulai misi besar di Paris.
Di sisi lain, Tabur mencoba menikmati kesempatan terbesar dalam kariernya. Petenis ranking 165 dunia itu tampil cukup baik di level Challenger dan sempat memberi perlawanan sengit kepada Alexei Popyrin di Jenewa pekan lalu.
âSaya akan bermain tanpa rasa takut. Menghadapi pemain nomor satu dunia di Roland Garros adalah pengalaman yang luar biasa,â ujar Tabur.
Sementara itu, persaingan sektor putri juga menghadirkan sorotan besar kepada Sabalenka. Petenis Belarusia tersebut membuka turnamen melawan wakil Spanyol Jessica Bouzas Maneiro dengan tekad menuntaskan ambisi yang tertunda tahun lalu.
Sabalenka nyaris mengangkat trofi Roland Garros dalam edisi sebelumnya sebelum gagal di partai final. Kini dia kembali dengan modal tiga gelar sepanjang musim dan performa stabil di turnamen grand slam. Dalam enam major terakhir, Sabalenka selalu mencapai minimal semifinal.
âTahun lalu sangat emosional bagi saya. Saya begitu dekat dengan gelar ini dan tentu ingin mendapatkan kesempatan lagi,â ujar Sabalenka. âRoland Garros selalu menguji mental dan fisik. Saya merasa lebih matang sekarang.â
Secara statistik, Sabalenka tetap menjadi unggulan kuat. Dia memenangi lebih dari 71 persen poin servis pertama musim ini dan tampil dominan dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Bouzas pada tahun 2025.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Gempa Susulan M4,9 Masih Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali Getaran
-
Piala Dunia 2026 Bergulir di Tengah Euforia, Harga Tiket Fantastis, dan Polemik Visa
-
Jannik Sinner Juarai Wimbledon 2026 usai Kalahkan Alexander Zverev
-
China Dukung Kelanjutan Perundingan Damai Iran dan Amerika Serikat di Swiss
-
Kembalikan Kejayaan Lada Belitung, Pemkab Siapkan Strategi Dorong Lonjakan Produksi Petani
-
WHO: Larangan Perjalanan Bukan Solusi Atasi Wabah Ebola
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.