UMY Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pendampingan Berbasis Syariah
Senin, 25 Mei 2026, 15:17 WIBYOGYAKARTA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner naik kelas dengan pendampingan dan penguatan manajemen modern berbasis syariah agar dapat berkembang lebih optimal.
Dosen Ekonomi Syariah, Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY Syarif Asâad di Yogyakarta, Senin (25/5), mengatakan penguatan nilai-nilai syariah penting agar pertumbuhan usaha tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga keberlanjutan dan keberkahan usaha.
"Kami ingin mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam tata kelola usaha dan perencanaan keuangan mereka. Kami berharap pelaku UMKM binaan tidak hanya berkembang dari segi profitabilitas dan menjadi lebih mandiri, tetapi juga memiliki pemahaman literasi keuangan syariah yang kuat sehingga usaha yang dijalankan dapat membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat sekitar,â kata Syarif.
Ia mengatakan UMY melalui tim pengabdian UMY melakukan pemberdayaan pelaku UMKM di DIY. UMY menggandeng salah satu BPR syariah untuk membangun kolaborasi strategis dalam pemberdayaan pelaku UMKM.
Program ini secara khusus menyasar sektor kuliner lokal yang memiliki dinamika operasional tinggi dan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Salah satunya UMKM kuliner lokal, yakni usaha katering dan jajanan pasar milik Santika Wati (Murtini).
Usaha keluarga yang telah berjalan secara turun-temurun tersebut dinilai memiliki potensi pasar yang besar, namun masih membutuhkan penguatan manajemen modern berbasis syariah agar dapat berkembang lebih optimal.
Sebagai tindak lanjut program, tim pengabdian UMY juga melakukan observasi lapangan pada 7 Mei 2026 untuk memetakan kondisi operasional usaha secara menyeluruh, mulai dari kesiapan dapur produksi, higienitas pengolahan bahan baku, hingga tata kelola keuangan usaha.
Program pendampingan ini dirancang secara holistik agar mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pelaku usaha.
"Pendampingan yang kami lakukan hingga akhir Mei ini kami fokuskan pada pengembangan usaha kuliner secara menyeluruh. Kami melakukan efisiensi pada penataan skema biaya produksi katering agar lebih kompetitif, melakukan transformasi digital melalui penguatan pemasaran daring, serta membenahi manajemen pelayanan operasionalnya,â katanya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Perayaan 46 Tahun Yayasan Dharma Bhakti Astra: Bersinergi Untuk Masa Depan Lintas Generasi Umkm Indonesia
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Pemprov DKI Bantah Ada Kendaraan Dinas Dipakai saat Mudik Lebaran
-
Rabu Tanpa Beras dan Terigu, Pemkot Pangkalpinang Galakkan Pangan Lokal
-
Saat Macet Tak Lagi Menguras, Ayla Menjaga BBM Tetap Bersahabat
-
Tidar Borobudur 10K, Lomba Lari Rayakan Hari Jadi ke 1.120 Kota Magelang pada 24 Mei
-
Melihat kerajinan UMKM dari Kulit Telur yang Mendunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.