Operasi Pasar Murah di Tanjungpinang Diserbu Warga, Minyak dan Beras Paling Dicari
Minggu, 24 Mei 2026, 17:45 WIBTanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menjual bahan pangan murah melalui operasi pasar dalam rangka menyambut perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi guna jaga stabilitas harga kebutuhan pokok.Â
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan operasi pasar merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat.
"Secara teori ekonomi, ketika permintaan meningkat maka harga cenderung naik. Untuk mengantisipasi lonjakan yang terlalu tinggi, pemkot menggelar operasi pasar atau pasar murah," kata Raja Ariza saat memantau pasar murah di Halaman Gedung Tengku Mandak Bincen, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (24/5).
Ia menyampaikan berdasarkan pantauan di lapangan, komoditas yang paling banyak diserbu masyarakat adalah minyak goreng, beras Bulog, dan gula pasir.
Raja Ariza juga mengakui ketersediaan minyak goreng saat ini relatif terbatas, namun pemkot tetap berupaya maksimal agar masyarakat tetap terlayani.
"Minyak memang agak langka karena stok tidak terlalu banyak, namun hari ini kita masih bisa melayani masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan guna membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Tanjungpinang Riany menyebutkan operasi pasar kali ini menyediakan sejumlah komoditas pokok dengan harga di bawah pasaran, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Adapun rincian harga komoditas dalam operasi pasar tersebut, antara lain beras SPHP atau medium Bulog ukuran lima kilogram seharga Rp58.000, kemudian MinyaKita ukuran satu liter seharga Rp15.000, dan gula pasir ukuran satu kilogram seharga Rp14.000.
Riany menjelaskan khusus untuk gula pasir, harga di pasaran saat ini telah mencapai kisaran Rp18.000 per kilogram, sehingga selisih harga dalam operasi pasar sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Dengan harga Rp14.000 di operasi pasar, ini tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok," ujar dia.
Riany menambahkan melalui kegiatan operasi pasar ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga, menekan inflasi daerah, serta meringankan beban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Operasi pasar bekerja sama dengan Bulog serta sejumlah distributor bahan pokok di Tanjungpinang, seperti D'Sayur.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Timnas Indonesia U-23 Menyerah dari India
-
Pemprov NTB Klarifikasi, Tidak Ada Izin Reklamasi yang Diterbitkan di Gili Gede
-
Trump Ancam Tarif Besar-besaran ke Tiongkok karena Batasi Ekspor Tanah Jarang
-
Libatkan Warga Sekitar, Pemprov Jabar Pulihkan Ekosistem Gunung Ciremai
-
Jersey Inggris di Piala Dunia 2026 Dirilis: Putih Klasik dan Warna Merah Tradisional
-
Kemenekraf Fasilitasi Produksi Video Klip Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Prabowo Subianto Salurkan 1.123 Sapi Meugang untuk 852 Desa di Aceh Utara, Anggaran Rp19,5 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.