Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementerian Ekonomi Kreatif Dukung Promosi Jamu ke Pasar Global

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Kementerian Ekonomi Kreatif Dukung Promosi Jamu ke Pasar Global Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima audiensi perwakilan Dewan Jamu Indonesia (DJI) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (20/5).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendukung upaya pengembangan jamu sebagai produk kesehatan serta promosi produk jamu ke pasar global

"Jamu bukan sekadar warisan tradisi, tapi produk ekonomi kreatif yang punya potensi besar di pasar dunia," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menerima perwakilan Dewan Jamu Indonesia (DJI) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu (20/5).

"Lewat dukungan ekosistem digital, riset, dan ilmu pengetahuan, kita harus ubah kekayaan budaya ini menjadi produk modern yang diminati global," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Jumat.

Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung penguatan merek, pemanfaatan hak kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar melalui berbagai platform digital dalam upaya pengembangan produk jamu.

Selain itu, Kementerian Ekonomi Kreatif akan membantu promosi produk jamu ke pasar internasional.

"Kreativitas budaya kita sudah luar biasa sejak dulu, namun tantangan terbesarnya adalah komersialisasi dan monetize," kata Menteri Ekonomi Kreatif.

"Melalui ekosistem digital, kita bantu branding dan kurasi produk yang unik agar siap menangkap peluang global tanpa harus panik dalam memenuhi kapasitas produksinya," katanya.

DJI menghimpun pelaku usaha, peracik jamu, akademisi, peneliti, komunitas, serta pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam upaya pengembangan dan pelestarian jamu sebagai warisan budaya sekaligus produk kesehatan Indonesia.

Perwakilan DJI bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif untuk membahas kolaborasi berkenaan dengan penyelenggaraan The 2nd Jamu International Conference & Expo (JICE), yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Konferensi dan pameran itu dirancang sebagai platform terpadu berskala internasional yang menggabungkan konferensi ilmiah, pameran industri, dan promosi budaya.

"Berangkat dari kesuksesan gelaran JICE yang pertama, kami berkomitmen untuk terus merajut seluruh pemangku kepentingan guna mengembangkan, melestarikan, dan menduniakan jamu," kata Ketua Umum DJI Daniel Tjen.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari Kementerian Ekraf yang bersedia berjalan beriringan bersama kami untuk menyukseskan agenda besar ini," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
JD Vance Tunda Perjalanan k...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.