Harga Sawit di Dharmasraya Anjlok Rp750 per Kg, Petani Mengeluh
Jumat, 22 Mei 2026, 18:35 WIBDharmasraya - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) turun drastis mencapai Rp750 per kilogram pada Jumat (22/5).
Salah seorang petani asal Nagari (Desa Adat) Koto Beringin, Kecamatan Tiumang Syahrial (54), di Pulau Punjung, Jumat, mengatakan harga TBS turun dari Rp3.180 per kilogram menjadi Rp2.430 per kilogram.
"Informasi harga sawit turun kami peroleh dari pengurus KUD tadi malam, turun cukup jauh mencapai 750 rupiah per kilo hari ini," ujarnya.
Ia mengatakan turunnya harga sawit yang signifikan cukup mengagetkan masyarakat di tingkat petani, sebab hal serupa tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan.
"Kalaupun turun, itu paling 75 rupiah sampai 100 rupiah per kilo, kalau sekarang kami petani tentu berfikir panjang jadinya, kenapa tiba-tiba turunan cukup jauh, karena kemarin masih di harga tiga ribuan per kilo," ungkap dia.
Sementara, petani lainnya di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Padang Laweh Asmanto (38), mengatakan apabila harga sawit turun berlangsung lama akan berdampak kepada petani dalam jangka panjang mengingat kebutuhan operasional sudah cukup tinggi.
"Kalau lama-lama kayak gini, hancur kami petani. Pupuk mahal sekarang, pestisida mahal, upah panen mahal, belum lagi untuk biaya perawatan lainnya," ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah Dharmasraya segera mencari solusi agar harga TBS kelapa sawit di tingkat petani kembali membaik.
Salah seorang pemilik Timbangan Ram Sawit yang membeli hasil sawit pekebun di Kecamatan Tiumang, Suherman menerangkan untuk harga TBS kelapa sawit milik petani turun Rp700 per kilogram per hari ini.
"Turunnya jauh mencapai 700 rupiah, kalau sebelumnya kita masih membeli dengan 3.200 rupiah per kilogram," ujarnya.
Ia mengemukakan sebagai pemilik timbangan mengalami kerugian mencapai belasan juta dampak dari penurunan harga TBS yang drastis.
"Kita rugi, karena kemarin pagi menjelang siang masih beli sawit petani di harga 3.200 per kilo. Ada sekitar 21 ton saya membeli dengan harga tinggi, sementara hari ini harga turun. Saat kami mau jual sore hari pabrik juga sudah tidak menerima," ujar dia.
Ia berharap kepada petani tetap menjaga kualitas TBS untuk meningkatkan harga jual yang lebih baik di masa depan, dan harga sawit kembali stabil akan memberikan dampak positif bagi petani sawit di Kabupaten Dharmasraya.
Sementara, Asisten II Sekretariat Daerah Yefrinaldi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengingatkan perusahaan pabrik kelapa sawit yang menurunkan harga jauh di bawah yang ditetapkan  Disbun Provinsi Sumbar.
"Sebagai respon keresahan anjloknya harga TBS di tingkat petani, kemarin ibu Bupati Annisa sudah mengingatkan secara langsung pihak perusahaan agar tidak menurunkan harga TBS jauh di bawah yang ditetapkan," ujarnya.
Ia berharap pabrik kelapa sawit di daerah itu tidak 'bermain' terhadap pembelian TBS sawit milik petani, dan patuh terhadap penetapan harga yang telah disepakati.
Ia menambahkan pemerintah daerah akan mengawal aspirasi masyarakat agar harga TBS kelapa sawit masyarakat kembali membaik.
"Nanti kita lihat, bagaimana respon perusahaan setelah diingatkan. Kalau memungkinkan untuk dipanggil, kita akan panggil untuk melihat duduk persoalannya dan mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat," ujarnya.
- Harga Sawit
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Meski Berhasil Menang, Pelatih Bulgaria Tetap Puji Permainan Indonesia
-
Harga Sawit Anjlok, Asosiasi Petani Sawit Indonesia Minta Harga Segera Dipulihkan
-
DPR Minta UU soal Uang Pensiun Pejabat Dibahas Pansus
-
Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Nyepi 1947 Saka di Batam
-
Gubernur Jateng Berangkatkan Ratusan Pemudik di Program Balik Rantau Gratis
-
OECD Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.