Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Nyepi 1947 Saka di Batam
Kamis, 19 Mar 2026, 11:32 WIBPawai ogoh-ogoh semarakkan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai bagian dari tradisi penyucian alam semesta sebelum hari raya tersebut.
Penyelenggara Hindu di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam Made Karmawan menyampaikan kegiatan ogoh-ogoh merupakan bagian dari ekspresi seni dan budaya umat Hindu yang sarat makna spiritual.
âKegiatan ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari tradisi umat Hindu untuk penyucian alam semesta sebelum memasuki hari raya Nyepi,â ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kamis.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam sebelum  Nyepi (18/3), di kompleks Pura Agung Amerta Buana.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pawai juga menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat Batam yang mayoritas Muslim.
âKami menghormati saudara-saudara yang sedang berpuasa, sehingga kegiatan dilaksanakan setelah berbuka agar tidak mengganggu saudara kita yang sedang berbuka,â katanya.
Kemenag Kota Batam turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai wujud keberagaman dan kontribusi umat Hindu dalam memperkaya budaya di Batam.
âKami sangat mendukung dan mengapresiasi umat Hindu yang dapat memberikan kontribusi di bidang seni dan budaya di Kota Batam,â ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Batam Gusti Sudiana menyebut jumlah umat Hindu di Batam diperkirakan sekitar 700 jiwa, dengan sekitar 150 kepala keluarga.
Ia menambahkan, pawai ogoh-ogoh juga menarik perhatian masyarakat luas, tidak hanya umat Hindu tetapi juga warga dari berbagai latar belakang yang turut menyaksikan.
âYang hadir tidak hanya umat Hindu, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menyaksikan pawai ini,â katanya.
Gusti menjelaskan, ogoh-ogoh merupakan budaya yang berkembang di Bali sejak sekitar tahun 1980 dan kini menjadi bagian dari tradisi yang diadopsi di berbagai daerah, termasuk Batam.
âOgoh-ogoh adalah seni budaya yang berkembang di Bali dan kini kami bawa serta lestarikan di Batam. Ini kami menjaga terus,â ujarnya.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Tradisi Siat Sambuk jelang Hari Raya Nyepi
-
Garuda Hengkang, Datanglah Citilink ke Tanjungpinang
-
PSG Melaju Mulus di Piala Prancis
-
Sambut Lonjakan Wisatawan Nataru, Bantul Matangkan Langkah Antisipasi
-
Pertamina Siagakan 57 SPBU Buka 24 Jam di Bali Jelang Nyepi dan Idul Fitri
-
Tahun Baru 2026 di Yogya Tanpa Kembang Api, Ini Alasan Wali Kota
-
Hormati Hari Suci Nyepi, BKSDA Bali Tutup Sementara 4 Taman Wisata Alam pada 18-20 Maret 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.