Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Harga Sawit di Dharmasraya Anjlok Rp750 per Kg, Petani Mengeluh

28 Jumat, 22 Mei 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Sawit di Dharmasraya Anjlok Rp750 per Kg, Petani Mengeluh Harga Sawit di Dharmasraya Anjlok Rp750 per Kg, Petani Mengeluh Doc: Antara
Ket. Petani menimbang tanda buah segar (TBS) kelapa sawit seusai penan di area perkebunan kelapa sawit. beberapa waktu lalu.

Dharmasraya - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) turun drastis mencapai Rp750 per kilogram pada Jumat (22/5).

Salah seorang petani asal Nagari (Desa Adat) Koto Beringin, Kecamatan Tiumang Syahrial (54), di Pulau Punjung, Jumat, mengatakan harga TBS turun dari Rp3.180 per kilogram menjadi Rp2.430 per kilogram.

"Informasi harga sawit turun kami peroleh dari pengurus KUD tadi malam, turun cukup jauh mencapai 750 rupiah per kilo hari ini," ujarnya.

Ia mengatakan turunnya harga sawit yang signifikan cukup mengagetkan masyarakat di tingkat petani, sebab hal serupa tidak pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

"Kalaupun turun, itu paling 75 rupiah sampai 100 rupiah per kilo, kalau sekarang kami petani tentu berfikir panjang jadinya, kenapa tiba-tiba turunan cukup jauh, karena kemarin masih di harga tiga ribuan per kilo," ungkap dia.

Sementara, petani lainnya di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Padang Laweh Asmanto (38), mengatakan apabila harga sawit turun berlangsung lama akan berdampak kepada petani dalam jangka panjang mengingat kebutuhan operasional sudah cukup tinggi.

"Kalau lama-lama kayak gini, hancur kami petani. Pupuk mahal sekarang, pestisida mahal, upah panen mahal, belum lagi untuk biaya perawatan lainnya," ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah Dharmasraya segera mencari solusi agar harga TBS kelapa sawit di tingkat petani kembali membaik.

Salah seorang pemilik Timbangan Ram Sawit yang membeli hasil sawit pekebun di Kecamatan Tiumang, Suherman menerangkan untuk harga TBS kelapa sawit milik petani turun Rp700 per kilogram per hari ini.

"Turunnya jauh mencapai 700 rupiah, kalau sebelumnya kita masih membeli dengan 3.200 rupiah per kilogram," ujarnya.

Ia mengemukakan sebagai pemilik timbangan mengalami kerugian mencapai belasan juta dampak dari penurunan harga TBS yang drastis.

"Kita rugi, karena kemarin pagi menjelang siang masih beli sawit petani di harga 3.200 per kilo. Ada sekitar 21 ton saya membeli dengan harga tinggi, sementara hari ini harga turun. Saat kami mau jual sore hari pabrik juga sudah tidak menerima," ujar dia.

Ia berharap kepada petani tetap menjaga kualitas TBS untuk meningkatkan harga jual yang lebih baik di masa depan, dan harga sawit kembali stabil akan memberikan dampak positif bagi petani sawit di Kabupaten Dharmasraya.

Sementara, Asisten II Sekretariat Daerah Yefrinaldi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengingatkan perusahaan pabrik kelapa sawit yang menurunkan harga jauh di bawah yang ditetapkan  Disbun Provinsi Sumbar.

"Sebagai respon keresahan anjloknya harga TBS di tingkat petani, kemarin ibu Bupati Annisa sudah mengingatkan secara langsung pihak perusahaan agar tidak menurunkan harga TBS jauh di bawah yang ditetapkan," ujarnya.

Ia berharap pabrik kelapa sawit di daerah itu tidak 'bermain' terhadap pembelian TBS sawit milik petani, dan patuh terhadap penetapan harga yang telah disepakati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
Luar Negeri
Jerman Siapkan Pasukan Khus...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.