• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kantar Ungkap Iklan Ramada...

Kantar Ungkap Iklan Ramadan Paling Dicintai Konsumen Indonesia pada 2026

Kamis, 21 Mei 2026, 17:50 WIB

JAKARTA — Kantar mengumumkan pemenang Most Loved Ramadan Ads 2026, sebuah studi tahunan yang mengungkap iklan Ramadan paling beresonansi dengan masyarakat Indonesia. Studi tersebut menyoroti bagaimana komunikasi pemasaran selama bulan suci mampu membangun koneksi emosional, menghadirkan relevansi budaya, sekaligus memperkuat hubungan antara brand dan konsumen.

Ramadan selama ini menjadi salah satu periode paling penting bagi industri periklanan di Indonesia. Pada momen tersebut, berbagai perusahaan berlomba menghadirkan kampanye yang tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga menyentuh nilai-nilai keluarga, kebersamaan, kepedulian sosial, hingga spiritualitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ket. Foto: Sesi diskusi pada acara pengumuman pemenang Most Loved Ramadan Ads 2026, di Jakarta pada hari Rabu (21/5). Kantar mengungkap iklan yang dicintai selama Ramadan 2026. — Sumber: Kantar Indonesia

Karena itu, Most Loved Ramadan Ads yang diselenggarakan sejak 2018 tidak sekadar menjadi ajang penghargaan kreatif, melainkan juga riset berbasis perilaku konsumen untuk mengukur efektivitas komunikasi brand selama Ramadan.

Dalam studi tahun ini, Kantar menggunakan pendekatan multi-metode guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Penilaian dilakukan melalui survei terhadap 1.000 responden di Indonesia, wawancara mendalam untuk menggali respons emosional konsumen, serta analisis dan triangulasi percakapan di media sosial.

Setiap iklan dievaluasi berdasarkan empat dimensi utama, yakni emotional connection, enjoyment, meaningfulness, dan brand impact. Pendekatan tersebut digunakan untuk memastikan bahwa iklan yang terpilih bukan hanya populer atau viral, tetapi benar-benar mampu meninggalkan kesan mendalam di benak audiens.

Kantar menilai emotional connection menjadi faktor penting dalam keberhasilan iklan Ramadan. Konsumen Indonesia dinilai semakin menghargai kampanye yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari dan mampu menghadirkan cerita yang autentik.

Selain itu, unsur enjoyment atau hiburan juga tetap menjadi daya tarik utama, terutama di tengah persaingan konten digital yang semakin padat. Namun, iklan yang hanya menghibur dinilai belum cukup apabila tidak mampu menghadirkan pesan bermakna serta memperkuat asosiasi terhadap brand.

Pada kategori Most Different Ads 2026, penghargaan diberikan kepada Marjan melalui kampanye “Tikus Rakus” yang dinilai tampil berbeda dan unik dibanding iklan Ramadan pada umumnya. Penghargaan serupa juga diraih Google Indonesia lewat kampanye “Gebrakan Ramadan: Gemini & Nasida Ria Keliling Multiverse”, yang memadukan unsur budaya populer, teknologi AI, dan nostalgia musik religi secara kreatif.

Sementara pada kategori Most Enjoyable Ads 2026, penghargaan diraih BCA melalui iklan “Ramadan Pertama Aku & Ayah” yang mengangkat hubungan emosional keluarga, Telkomsel lewat kampanye “Ramadan ini, Jalani Sepenuh Hati Bersama Telkomsel Siaga”, serta Bank Mandiri dengan kampanye “Hargai Momen Hangatnya Ramadan”.

Adapun penghargaan utama Most Loved Ramadan Ads 2026 berhasil diraih Toyota Astra Motor melalui kampanye “Teruskan Kebersamaan Bersama Kebaikan”.

Pencapaian Toyota dinilai cukup menarik karena pada penyelenggaraan tahun sebelumnya tidak ada brand yang berhasil meraih kategori Most Loved Ramadan Ads. Tahun ini, Toyota dianggap berhasil menghadirkan kampanye yang bukan hanya mudah diingat, tetapi juga mampu menyentuh sisi emosional konsumen dan membangun rasa kedekatan dengan brand.

Hasil studi tersebut dipresentasikan dalam forum eksklusif yang digelar di Raffles Jakarta pada Kamis (21/5). Forum ini mempertemukan para pemilik brand, pemasar, pimpinan agensi, hingga pengambil keputusan bisnis dari berbagai industri untuk membahas perkembangan komunikasi pemasaran selama Ramadan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, forum Most Loved Ramadan Ads 2026 dirancang lebih strategis dengan fokus pada audiens senior, termasuk para pemimpin perusahaan dan eksekutif tingkat C-level. Diskusi dalam forum tersebut banyak membahas perubahan perilaku konsumen Indonesia yang semakin kritis terhadap komunikasi brand.

Creative Solution Lead Kantar Indonesia, Ummu Hani mengatakan komunikasi Ramadan di Indonesia kini terus berkembang dan tidak lagi hanya mengandalkan storytelling semata.

“Komunikasi Ramadan di Indonesia terus berkembang, tidak hanya mengandalkan storytelling, tetapi juga kedalaman relevansi emosional dan budaya. Kampanye yang berhasil adalah yang mampu merefleksikan pengalaman nyata konsumen dan menerjemahkannya menjadi narasi yang bermakna serta memperkuat koneksi dengan brand,” ujar Ummu Hani di Jakarta, Kamis (21/5).

Menurut Kantar, perubahan pola konsumsi media digital turut memengaruhi strategi komunikasi brand selama Ramadan. Konsumen kini lebih mudah berpindah perhatian sehingga brand dituntut menghadirkan pesan yang singkat, relevan, namun tetap memiliki kedalaman emosional.

Selain itu, meningkatnya penggunaan media sosial membuat respons publik terhadap iklan dapat terlihat secara real time. Karena itu, percakapan digital menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan kampanye Ramadan.

Temuan studi ini memperlihatkan bahwa efektivitas iklan Ramadan kini semakin ditentukan oleh kemampuan brand membangun makna, kedekatan emosional, dan relevansi budaya di tengah masyarakat Indonesia. Di tengah persaingan komunikasi pemasaran yang semakin padat, iklan yang mampu menghadirkan pengalaman emosional autentik dinilai memiliki peluang lebih besar untuk melekat di hati konsumen.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.