Hadiah Wimbledon Naik 20 Persen, Juara Tunggal Kantongi 73 Miliar Rupiah

Jumat, 12 Jun 2026, 00:18 WIB

LONDON, INGGRIS — Turnamen tenis paling bergengsi di dunia, Grand Slam Wimbledon, kembali meningkatkan nilai hadiah untuk para pemain. All England Club mengumumkan total hadiah Wimbledon tahun ini naik 20 persen menjadi rekor baru sebesar 64,2 juta poundsterling atau sekitar 1,3 triliun rupiah.

Kenaikan besar tersebut diumumkan dalam konferensi pers jelang turnamen pada hari Kamis (11/6). Penambahan hadiah menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk meningkatkan kesejahteraan para pemain di tengah tuntutan agar distribusi pendapatan turnamen menjadi lebih adil.

Ket. Foto: Ilustrasi arena pertandingan Wimbledon. — Sumber: AFP

Juara tunggal putra dan putri Wimbledon tahun ini masing-masing akan menerima hadiah 3,6 juta poundsterling (sekitar 73,4 miliar rupiah).

Juara bertahan nomor putra adalah petenis Italia Jannik Sinner, sementara gelar tunggal putri tahun lalu diraih petenis Polandia Iga Swiatek.

Tidak hanya pemain yang melaju jauh, peserta yang tersingkir di babak pertama juga mendapat peningkatan signifikan. Setiap pemain yang kalah pada laga pembuka tetap membawa pulang hadiah 80.000 poundsterling (sekitar 1,63 miliar rupiah).

Kenaikan hadiah Wimbledon datang setelah sejumlah pemain top dunia melakukan aksi protes menjelang Prancis Open. Mereka membatasi aktivitas media menjadi hanya 15 menit sebagai bentuk kekecewaan terhadap distribusi hadiah di turnamen tanah liat tersebut.

Hadiah French Open tahun ini hanya meningkat sekitar 9,5 persen dan disebut masih berada di kisaran 15 persen dari total pendapatan turnamen.

Para pemain menginginkan porsi hadiah lebih dekat dengan angka 22 persen dari pendapatan turnamen.

Sebelum kenaikan terbaru, Wimbledon memberikan total hadiah sebesar 53,5 juta poundsterling (sekitar 1,09 triliun rupiah) pada tahun lalu. Kini jumlah tersebut meningkat menjadi 64,2 juta poundsterling (sekitar 1,3 triliun rupiah) untuk turnamen yang dimulai pada 29 Juni di London barat daya.

Ketua Wimbledon, Debbie Jevans, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para pemain.

“Saya tahu ada satu topik yang paling ingin kalian dengar pagi ini, yaitu hadiah uang,” ujar Jevans.

“Dana hadiah tahun ini mencapai 64,2 juta poundsterling, naik 20 persen dibandingkan tahun lalu. Ini memungkinkan para pemain terus menikmati keberhasilan Wimbledon.”

Menurut Jevans, peningkatan hadiah diberikan di seluruh babak turnamen.

“Juara tunggal putra dan putri masing-masing akan menerima 3,6 juta poundsterling. Sementara hadiah babak pertama mencapai 80 ribu poundsterling,” katanya.

CEO Wimbledon, Sally Bolton, sebelumnya bertemu dengan perwakilan pemain, Larry Scott, di Roland Garros untuk membahas persoalan hadiah.

Jevans menyebut Wimbledon telah melakukan dialog dengan pihak pemain dan menilai kenaikan tersebut sudah sesuai.

“Kami sudah berdiskusi, bertukar email, dan melakukan pertemuan di Paris. Setelah itu banyak yang membicarakan angka 22 persen dan 70 juta poundsterling, tetapi kami merasa langkah yang kami ambil sudah tepat,” ujarnya.

Menurut Jevans, pembahasan mengenai hadiah uang telah dilakukan sejak Januari dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk investasi fasilitas, pengembangan tenis usia muda, dan kesejahteraan pemain.

“Saya berharap para pemain menyambut keputusan ini,” kata Jevans.

Dengan hadiah mencapai rekor baru, Wimbledon kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu ajang olahraga paling bernilai di dunia, sekaligus menunjukkan bahwa persaingan tenis modern tidak hanya berlangsung di lapangan, tetapi juga dalam perebutan pembagian keuntungan industri olahraga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.