Pep Guardiola Tinggalkan City dengan Status Legenda Sepak Bola Modern
Rabu, 20 Mei 2026, 06:00 WIBLONDON â Nama Pep Guardiola akan selalu melekat dalam sejarah sepak bola Inggris sebagai sosok revolusioner yang mengubah cara permainan modern dipahami dan dimainkan. Setelah hampir satu dekade membangun dinasti di Manchester City, era Guardiola di Stadion Etihad dikabarkan mendekati akhir.
Meski belum ada pengumuman resmi dari klub, laga kontra Aston Villa pada hari Minggu disebut-sebut akan menjadi pertandingan terakhir pria asal Catalan tersebut bersama City. Guardiola sendiri masih memiliki kontrak satu tahun, namun dalam beberapa bulan terakhir ia terus menghindari pertanyaan mengenai masa depannya.
Pelatih berusia 55 tahun itu datang ke Manchester pada tahun 2016 dengan reputasi sebagai pelatih paling diburu di dunia setelah meraih kesuksesan luar biasa bersama Barcelona dan Bayern Munich.
Selama 10 tahun di Etihad, Guardiola menjelma menjadi arsitek utama mesin kemenangan City. Dengan dukungan finansial besar dari pemilik klub asal Abu Dhabi, ia membentuk tim yang mendominasi kompetisi domestik maupun Eropa.
Total 20 trofi berhasil dipersembahkan Guardiola untuk City, termasuk enam gelar Premier League. Ia juga mencatat sejarah dengan membawa City meraih empat gelar liga secara beruntun dari 2021 hingga 2024, pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam era modern sepak bola Inggris.
Puncak kejayaan datang pada tahun 2023 ketika City meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Gelar itu melengkapi treble winners bersama Liga Inggris dan Piala FA, menyamai pencapaian Guardiola bersama Barcelona pada tahun 2009.
Keberhasilan tersebut menjadikan City sebagai klub Inggris kedua setelah Manchester United pada tahun 1999 yang mampu meraih treble winners. Di saat yang sama, dominasi City turut menegaskan pergeseran kekuatan sepak bola di kota Manchester.
Rivalitas Guardiola dengan Jurgen Klopp juga menjadi salah satu era terbaik dalam sejarah Liga Inggris modern. Persaingan sengit antara City dan Liverpool menghadirkan duel taktik dan kualitas yang mendorong kedua tim mencapai level permainan luar biasa.
Namun warisan Guardiola jauh melampaui sekadar koleksi trofi.
Filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola, pembangunan serangan dari lini belakang, serta keberanian memainkan umpan pendek di bawah tekanan kini menjadi bagian penting dari kultur sepak bola Inggris, mulai dari akademi hingga level elite.
Guardiola juga dikenal sebagai inovator tanpa henti. Ia pernah membawa City menjuarai liga tanpa penyerang tengah murni pada musim 2021-2022 serta kerap menempatkan pemain dalam peran hybrid yang sebelumnya jarang digunakan.
Pengaruhnya bahkan melahirkan generasi baru pelatih. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memulai karier kepelatihan senior sebagai asisten Guardiola di City. Sementara Enzo Maresca, yang disebut-sebut sebagai kandidat penerusnya, juga pernah menjadi bagian staf kepelatihan Guardiola.
Mantan kapten City, Vincent Kompany, kini berkembang bersama Bayern Munich, sedangkan pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, pernah bekerja di bawah Guardiola saat di Bayern.
Besarnya pengaruh Guardiola membuat namanya sempat dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional Inggris.
Di luar lapangan, Guardiola dikenal vokal dalam isu politik dan kemanusiaan. Ia secara terbuka mendukung kemerdekaan Catalan serta menyuarakan kepedulian terhadap anak-anak Palestina. Menurutnya, posisi yang dimiliki harus digunakan untuk âmembantu menciptakan masyarakat yang lebih baikâ.
Sosok yang paling memengaruhi perjalanan Guardiola adalah legenda Belanda mendiang Johan Cruyff, pencipta âDream Teamâ Barcelona yang juga pernah diperkuat Guardiola saat masih menjadi pemain.
Meski demikian, Guardiola enggan disamakan dengan mentornya tersebut.
âTidak ada yang seperti Johan. Itu pujian besar, tetapi tak ada yang bisa menyamai karisma dan kepribadiannya,â ujar Guardiola.
âDia mengubah mentalitas dua klub, Ajax dan Barcelona, baik sebagai pemain maupun pelatih. Karisma seperti itu mustahil ditiru.â
Guardiola mungkin menolak dibandingkan dengan Cruyff, tetapi namanya kini sudah sejajar dengan deretan pelatih terbesar sepanjang masa.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Allegri Redam Isu Latih Timnas Italia, Fokus Bawa Milan ke Liga Champions
-
Ribuan Umat Memenuhi Istiqlal, Wapres Hadir Bersama Keluarga
-
Satgas Yonif 511/DY Pastikan Warga Pelosok Lanny Jaya Memperoleh Listrik secara Baik
-
Guardiola Yakin Marmoush Punya Peran Penting dalam Perburuan Gelar Manchester City
-
Liga Inggris: Arsenal Berpeluang Perlebar Jarak dari Manchester City di Puncak Klasemen
-
Diburu Madrid dan Bayern, Josko Gvardiol Dipagari Kontrak Baru oleh Manchester City
-
Manchester City Hantam Arsenal 2-0 untuk Juarai Piala Liga Inggris
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.