Pemanfaatan Aset Negara Dioptimalkan, GBK Raup Pendapatan Rp812 Miliar
Minggu, 17 Mei 2026, 18:05 WIBJAKARTA â Optimalisasi pemanfaatan aset negara kini jadi langkah penting agar berbagai aset milik pemerintah tidak sekadar terbengkalai atau hanya menjadi beban perawatan.
Mulai dari lahan, gedung, hingga fasilitas publik didorong supaya bisa dimanfaatkan lebih produktif dan memberi nilai tambah bagi masyarakat maupun negara.
Lewat pengelolaan yang lebih kreatif dan transparan, aset negara bisa disulap menjadi sumber pendapatan baru, ruang usaha, kawasan wisata, hingga pusat layanan publik yang lebih hidup.
Selain meningkatkan efisiensi, langkah ini juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja di berbagai daerah.
Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, pemanfaatan aset negara secara optimal dinilai menjadi cara cerdas agar potensi yang selama ini âdiamâ bisa ikut bergerak mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatat pendapatan Rp812 miliar sepanjang 2025, sebagai komitmen dalam memperkuat optimalisasi pemanfaatan aset negara.
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo mengatakan capaian tersebut menjadi pendapatan tertinggi dalam 63 tahun pengelolaan kawasan GBK sekaligus menandai sejarah baru bagi pengelolaan aset negara itu.
"Setelah mencatat pendapatan Rp566 miliar pada 2024, GBK mencatat pendapatan sebesar Rp812 miliar pada 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit," kata Rakhmadi dalam keterangan di Jakarta, Minggu (17/5).
Menurut dia, capaian tersebut juga merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, dukungan pemerintah, mitra, pengguna kawasan dan masyarakat.
âCapaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,â ujar Rakhmadi.
Capaian itu juga dinilai semakin memperkuat momentum optimalisasi aset negara, termasuk melalui penataan Blok 15 yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi negara serta masyarakat.
Direktur Keuangan PPKGBK Hendry Arisandi menambahkan pendapatan GBK pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode pascapandemi COVID-19.
âPada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,â tutur Hendry.
Sepanjang 2025, kawasan GBK terus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, budaya, MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), rekreasi, komersial, serta agenda publik berskala nasional dan internasional.
PPKGBK berharap kinerja positif tersebut dapat semakin diperkuat melalui penataan dan optimalisasi Blok 15.
PPKGBK memandang penataan Blok 15 sebagai bagian penting dari agenda optimalisasi aset negara di kawasan GBK.
Proses itu diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, kegiatan nasional, MICE, rekreasi, serta aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, PPKGBK berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kepolisian, TNI dan unsur terkait lainnya.
Koordinasi itu dilakukan agar seluruh proses terkait Blok 15 berjalan tertib, aman, terukur dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pengamat Sebut Langkah Proaktif Polri Berhasil Tangani Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
-
Chelsea Akhiri Era Singkat Rosenior Usai Lima Kekalahan Beruntun
-
Polres Tanah Laut Perketat Pengawasan Senpi Personel Cegah Penyalahgunaan
-
Persija vs Arema FC: Ambisi Mauricio Souza Kejar Puncak Klasemen
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Selasa (10/3), UBS dan Galeri24 Kompak Turun
-
WFA Diterapkan Saat Libur Natal dan Tahun Baru
-
Pemprov DKI Tegaskan Perda KTR Bertujuan Tekan Angka Perokok Pemula
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.