Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Maluku Utara Panen Perdana 1,5 Ton Udang Vaname untuk Dongkrak PAD

📅 Sabtu, 16 Mei 2026, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Maluku Utara Panen Perdana 1,5 Ton Udang Vaname untuk Dongkrak PAD Doc: ANTARA
Ket. Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe saat panen raya udang vaname di Halmahera Barat.

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar panen perdana sebanyak 1,5 ton udang vaname yang diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) setempat. 

"Pengembangan budidaya udang vaname tidak hanya difokuskan untuk menambah pemasukan daerah, namun juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan," kata Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe di Ternate, Jumat (15/4). 

Panen perdana tersebut digelar Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan BUMDes Jiko Banau menggunakan sistem budidaya semi intensif.

Menurut Sarbin, sektor budidaya perikanan khususnya udang vaname memiliki peluang ekonomi yang besar apabila dikelola secara konsisten dan berkesinambungan.

Dari hasil panen perdana itu, tambak udang vaname menghasilkan sekitar 1,5 ton udang yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp100 ribu per kilogram sehingga potensi nilai ekonominya mencapai sekitar Rp150 juta.

"Potensi sumber daya laut yang besar harus diiringi pengelolaan yang tepat sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan daerah," ujarnya.

Ia mengatakan penguatan ekonomi nelayan perlu dilakukan secara terintegrasi sejalan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhammad mengatakan budidaya udang vaname menjadi peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tuada yang selama ini dikenal sebagai desa nelayan.

"Desa Tuada sudah sejak lama menjadi desa nelayan, hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yakni Desa Nelayan Merah Putih," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku Utara Fauzi Momole mengatakan sistem semi intensif yang digunakan dalam budidaya tersebut mengandalkan perpaduan pakan buatan dengan produktivitas alami berupa fitoplankton serta didukung aerasi mekanik menggunakan kincir atau sirkulator.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.