Aprilia Mengancam Dominasi Ducati di Catalunya
Jumat, 15 Mei 2026, 06:36 WIBPARIS - Balapan MotoGP bergerak cepat dari Le Mans menuju Sirkuit Catalunya, Spanyol, akhir pekan ini. Namun, arah cerita musim 2026 berubah drastis hanya dalam hitungan hari.
Jika beberapa pekan lalu perhatian tertuju pada kedalaman skuad Ducati dan laju perburuan gelar Marc Marquez, kini para pembalap tiba di Montmelo dengan Aprilia sebagai pusat perhatian. Tim pabrikan asal Noale datang membawa momentum sekaligus pucuk klasemen. Sedangkan Ducati harus mencari jawaban tanpa kehadiran Marquez yang cedera.
Kemenangan ganda Jorge Martin di Sprint dan Grand Prix Prancis menjadi titik balik penting. Dia mengejar lalu menyalip rekan setimnya, Marco Bezzecchi, sebelum memastikan kemenangan ketika Ai Ogura melengkapi dominasi podium Aprilia. Meski Bezzecchi masih memimpin klasemen, selisihnya kini tinggal satu poin dari Martin.
Catalunya menjadi ujian apakah performa di Le Mans hanyalah ledakan sesaat atau tanda Aprilia benar-benar mengambil alih musim ini. Trek balapan di Barcelona bukan wilayah asing bagi RS-GP (motor Aprilia). Pada tahun 2023, Aprilia mencetak finis satu-dua bersejarah lewat Aleix Espargaro dan Maverick Vinales. Martin juga memiliki catatan kuat di sana, termasuk mengunci gelar dunia 2024.
Persaingan internal Aprilia kini menjadi poros utama perebutan gelar. Bezzecchi tampil konsisten sepanjang musim dengan selalu mencetak poin, namun grafik Martin terus menanjak. Rekor keduanya di Catalunya juga kontras. Bezzecchi belum pernah finis lebih baik dari posisi kesembilan di MotoGP Barcelona. Sedangkan Martin datang memburu kemenangan beruntun pertamanya di kelas utama.
Di kubu Ducati, tekanan mulai terasa. Cedera kaki kanan membuat Marc Marquez absen, tetapi Ducati masih memiliki modal kuat lewat Francesco Bagnaia dan Alex Marquez. Bagnaia menyapu bersih kemenangan di Barcelona musim lalu. Sedangkan Alex menjuarai GP Catalunya 2025 dari pole position. Namun, ancaman statistik menghantui. Jika tim pabrikan itu kembali gagal naik podium Minggu nanti, Ducati akan mencatat 11 Grand Prix beruntun tanpa podium, rekor terburuk mereka dalam lebih dari satu dekade.
Nama lain yang menarik diamati adalah Pedro Acosta. Pembalap KTM itu sempat terlihat mampu merebut podium di Le Mans sebelum performa ban belakang menurun drastis di akhir lomba. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
ShopeePay Hadirkan Transfer Gratis Tanpa Batas ke Semua Bank dan E-Wallet
-
IMF Ungkap Perang Timteng akan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Global
-
Kabar Baik! Ducati dan MotoGP Authentics Jual Part Berlisensi Resmi untuk Penggemar Balap Motor
-
Jadwal Pekan 32 Liga Spanyol: Madrid Kontra Real Betis, Barcelona Tantang Getafe
-
Akademisi Nilai Konversi LPG ke CNG bisa Hemat Devisa Negara
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026: Bezzecchi Belum Tergeser, Marc di Posisi Keempat
-
Pentingnya Kesetaraan Gender
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.