Ibu-ibu di Kota Bogor Diajak Waspadai Stres akibat Media Sosial

Kamis, 14 Mei 2026, 14:05 WIB

KOTA BOGOR - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, Jawa Barat (jabar), mengajak para ibu untuk mewaspadai dampak stres akibat penggunaan media sosial dan tekanan kehidupan digital yang dinilai berpengaruh terhadap kesehatan mental keluarga.

Ajakan tersebut disampaikan dalam seminar kesehatan mental perempuan yang digelar PCNU Kota Bogor dengan melibatkan organisasi perempuan NU, seperti Muslimat NU dan Fatayat NU di Balai Kota Bogor, Kamis (14/5).

Ket. Foto: Ibu-ibu diajak waspadai stres akibat medsos. — Sumber: antara foto

Ketua PCNU Kota Bogor Edi Nurokhman mengatakan perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik dan pembina keluarga, sehingga kesehatan mental ibu perlu mendapat perhatian serius.

“Karena mereka sehari-hari di rumah memiliki peran sebagai pembina dan pendidik untuk anak-anak di rumah dan keluarganya secara keseluruhan,” kata Edi.

Menurut dia, seminar tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada perempuan agar mampu mendeteksi sejak dini kondisi kesehatan mentalnya, termasuk mengenali gangguan psikologis yang kerap tidak disadari.

Ia menjelaskan gangguan kesehatan mental yang tidak terdeteksi dapat memicu berbagai persoalan dalam keluarga, mulai dari keretakan rumah tangga hingga tindakan yang lebih fatal.

“Nah seperti tadi dalam pengantar yang saya sampaikan, kadang ada gangguan yang tidak terdeteksi, tapi tiba-tiba kemudian ada masalah yang menimpa keluarganya,” ujar Edi.

Pihaknya mulai mendorong seluruh lembaga di bawah naungan NU untuk melakukan pendataan dan pendampingan warga NU yang mengalami persoalan sosial maupun psikologis.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar warga yang mengalami kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, hingga persoalan rumah tangga, bisa mendapatkan bantuan dan fasilitasi.

Sementara itu pemateri seminar Psikiater Lahargo Kembaren menilai perempuan pada era digital menghadapi tekanan mental yang semakin kompleks akibat derasnya arus informasi dan budaya media sosial.

Ia menjelaskan perempuan saat ini rentan mengalami kelebihan stimulasi informasi, rasa takut tertinggal tren atau Fear Of Missing Out (FOMO), hingga kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial.

“Comparison culture atau membanding-bandingkan itu pencuri utama kebahagiaan,” kata Lahargo yang merupakan dokter spesialis jiwa berpraktik di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Marzoeki Mahdi.

Menurut dia, penggunaan gawai yang berlebihan juga membuat komunikasi dalam keluarga semakin berkurang, sehingga hubungan emosional antar-anggota keluarga menjadi renggang.

Ia mengatakan kondisi tersebut berdampak terhadap meningkatnya masalah kesehatan mental pada anak dan remaja.

“Keluarga yang harusnya menjadi tempat nyaman dan aman, di masa sekarang justru berbalik menjadi sumber masalah,” ujarnya.

Lahargo menambahkan kesehatan mental perempuan perlu dijaga karena berpengaruh besar terhadap pola asuh dan perkembangan psikologis anak dalam keluarga.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.