Atasi Migrasi Ilegal, Presiden Komisi Eropa Dukung Rapat Darurat Soal Krisis Ceuta

Minggu, 02 Agu 2026, 03:45 WIB

MOSKOW - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendukung usulan dari beberapa negara anggota Uni Eropa untuk menggelar konferensi video darurat yang diikuti para menteri dalam negeri blok tersebut di tengah krisis migrasi di Kota Ceuta, Spanyol.

"Saya telah menerima surat dari beberapa pemimpin dan saya menyambut baik seruan untuk menggelar konferensi video luar biasa guna mengevaluasi apa yang telah terjadi," kata von der Leyen di platform X pada Sabtu.

Ket. Foto: Ratusan migran melintasi jembatan usai berenang dari Maroko dan di Ceuta, Spanyol, Jumat (30/7). — Sumber: Antara foto/Anadolu Agency

Dia menambahkan Uni Eropa harus menganalisis situasi saat ini untuk meningkatkan ketahanan Eropa.

Sebanyak 22 negara anggota Uni Eropa telah mengirimkan surat kepada pimpinan Uni Eropa dan kepresidenan Irlandia di Dewan Uni Eropa untuk meminta digelar konferensi video darurat yang diikuti para menteri dalam negeri di tengah krisis migrasi di Ceuta.

Kota Ceuta adalah sebuah enklave Spanyol di pesisir utara Afrika, yang berbatasan dengan Maroko.

Bersama dengan Kota Melilla, Ceuta membentuk satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika, serta dianggap sebagai rute utama bagi migrasi ilegal ke Uni Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, Ceuta menerima arus masuk migran dalam jumlah besar.

Menurut pihak berwenang Spanyol, puluhan ribu orang telah menyeberangi perbatasan secara ilegal dan tiba di wilayah Ceuta.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.