- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kasus Krisis Imigran Meman...
Kasus Krisis Imigran Memanas, Mendagri Spanyol Kecam Seruan Soal Penangguhan Schengen
Minggu, 02 Agu 2026, 03:35 WIBMOSKOW - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Spanyol Fernando Grande-Marlaska menuding beberapa negara Eropa mengambil sikap egois dan tidak bertanggung jawab di tengah seruan agar Spanyol dikeluarkan sementara dari kawasan Schengen.
Grande-Marlaska mengatakan sebagian besar negara-negara Uni Eropa justru mendukung Spanyol.
"Namun, ada negara-negara lain yang telah memanfaatkan situasi ini atau menunjukkan sikap yang benar-benar egois, tidak mendukung, dan tidak bertanggung jawab," kata Grande-Marlaska dalam konferensi pers di Kota Ceuta, seperti dilaporkan media Spanyol.
Dia pun mengingatkan bahwa Spanyol telah ikut bertanggung jawab atas krisis migrasi yang melanda negara-negara lain di Eropa.
"Di sini kami sudah berbicara tentang kemunafikan atau pengabaian, tentang tidak memahami situasi; karena semua tahu bahwa Ceuta bukan bagian dari Schengen. Hal ini telah dimanfaatkan semata-mata untuk tujuan politik," kata menteri itu.
Pada Jumat (31/7), pihak berwenang dari beberapa negara Uni Eropa, termasuk Italia, Republik Ceko, Finlandia, dan Denmark, menyerukan penangguhan sementara Spanyol dari Schengen di tengah gelombang arus masuk migran dari Maroko ke Ceuta.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Kemenhaj Sumatera Barat Tuntaskan Pemulangan Seluruh Jemaah Haji Debarkasi Padang
-
Mudik Nataru Makin Lancar! 10 Ruas Tol Baru Siap Dibuka Jelang Natal 2026
-
Ceuta, Wilayah Kantong Spanyol yang Jadi Tujuan Imigran dan Menjadi Titik Konflik dengan Maroko
-
Korban Tewas Krisis Imigran Ceuta Tembus 67 Orang, Spanyol Kritik Solidaritas Uni Eropa dan Bangun Penghalang di Laut
-
Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.